SATELITNEWS.COM, SERANG – Pemkot Serang, akan mengembalikan fungsi sejumlah aliran sungai di kawasan Banten Lama, yang saat ini sudah mengalami alih fungsi. Hal itu dilakukan, sebagai salah satu upaya meminimalisir terjadinya banjir yang terus berulang di kawasan tersebut.
Walikota Serang Budi Rustandi mengatakan, aliran sungai warisan belanda yang berada di sekitar Banten Lama itu jika masih berfungsi dengan baik, seberapa besar pun hujan yang turun tidak akan terjadi banjir, apalagi sampai masuk ke kawasan inti.
“Orang-orang Belanda dulu sudah merancang sedemikian rupa aliran air di kawasan Banten Lama, sehingga ketika hujan besar tidak terjadi banjir dan ketika kemarau pasokannya tetap aman,” kata Budi, Selasa (6/1/2026).
Saat ini, kata Budi, kondisi aliran air itu sangat memprihatinkan, baik itu aliran sungai besar maupun kecil yang berada di sekitar Banten Lama. Oleh karenanya, Budi akan mengembalikan fungsi-fungsi aliran sungai itu sebagaimana dulu difungsikan.
“Semuanya akan kita tata sekaligus pengendalian lingkungan di Banten Lama,” ujarnya.
Budi menambahkan, kanal dan sungai di Banten Lama memiliki peran penting sejak masa Kesultanan Banten, baik sebagai jalur transportasi air, sistem pengendalian banjir, maupun pendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Baca Juga: 200 Lebih Pedagang Ramaikan ‘Pasar Jedogan’ di Kawasan Pasar Lama Kota Serang
Namun, seiring berjalannya waktu, fungsi tersebut mengalami penurunan akibat penyempitan alur, pendangkalan, serta perubahan peruntukan lahan di sekitar aliran sungai dan kanal.
“Ini bukan hanya soal penataan, tapi juga mengembalikan marwah dan sejarah Banten Lama,” pungkasnya.
Upaya tersebut dilakukan, agar fungsi hidrologis sungai kembali optimal, sekaligus mencegah terjadinya genangan dan banjir yang melanda kawasan tersebut. Selain revitalisasi aliran sungai, kanal-kanal juga akan dilebarkan sebagai kawasan pariwisata.
Konsep yang diusung terinspirasi dari pengelolaan kanal-kanal di Negara Belanda yang tidak hanya berfungsi sebagai saluran air, tetapi juga menjadi daya tarik wisata dan ruang publik bagi masyarakat.
“Ke depan, kanal-kanal yang sudah kita tata dan lebarkan sesuai dengan datanya, akan kita jadikan area wisata. Masyarakat bisa menikmati kawasan kanal yang bersih, tertata, dan bernilai estetika, tanpa menghilangkan nilai sejarahnya,” jelasnya.
Ia menegaskan, pengembangan wisata kanal di Banten Lama akan dilakukan secara bertahap dan terintegrasi, dengan tetap mengedepankan aspek pelestarian cagar budaya. Pemerintah juga akan melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah provinsi, pemerintah pusat, hingga para ahli sejarah dan tata ruang.
Baca Juga: Bangli dan Sedimentasi Jadi Pemicu Banjir di Kota Serang
Budi berharap, melalui pengembalian fungsi sungai dan kanal serta pengembangan wisata kanal tersebut, kawasan Banten Lama dapat kembali menjadi ikon Kota Serang yang membanggakan, sekaligus mampu menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar.
“Kalau tertata dengan baik, Banten Lama bisa menjadi destinasi unggulan. Lingkungan tertata, sejarah terjaga, dan ekonomi masyarakat ikut tumbuh,” tuturnya.
Terpisah, Camat Kasemen Sugiri mengatakan, jika penyebab banjir di wilayahnya tersebut akibat sedimentasi dan penyempitan di beberapa sungai besar, yaitu Sungai Ciwaka, Sungai Padek, dan Sungai Pecinan. Selain itu, lanjut dia adanya bangunan liar di daerah aliran sungai juga menjadi faktor penyumbang.
“Kami akan melakukan normalisasi sungai-sungai itu untuk mengatasi banjir,” cetusnya.
Selain langkah normalisasi sungai, ungkap Sugiri, Wali Kota Serang, Budi Rustandi telah memberikan instruksi kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Serang, Nanang Saefudin untuk melakukan pendampingan bersama Kejaksaan dalam memvalidasi kepemilikan dokumen warga yang tinggal di daerah aliran sungai.
“Jika memang betul memiliki dokumen, maka kami akan melakukan penanganan lebih lanjut,” ucap Sugiri.
Ia berharap pada penanganan banjir ini kedepannya dapat dilakukan secara total dan terintegrasi untuk mengantisipasi terjadinya kejadian serupa di masa mendatang.
Sugiri mencatat, banjir yang melanda Kecamatan Kasemen beberapa hari lalu telah mengakibatkan 8 kelurahan terdampak dengan hampir 5.700 Kepala Keluarga (KK) terkena pengaruhnya. Kelurahan Kasunyatan dan Kelurahan Banten merupakan wilayah yang paling parah terkena dampak.
“Banjir di Kota Serang telah berdampak pada 5.700 KK di 8 kelurahan. Kelurahan Kesunyatan dan Banten merupakan daerah yang paling parah terdampak,” imbuhnya. (luthfi)
