SATELITNEWS.COM, SERANG – Bank Banten, menargetkan pengelolaan keuangan di seluruh RSUD yang ada di Provinsi Banten. Dari total 17 yang ada, saat ini baru sekitar dua RSUD yang keuangannya dikelola Bank Banten yakni, RSUD Balaraja dan Pakuhaji.
Direktur Bisnis Bank Banten, Bambang Widyatmoko mengungkapkan, pihaknya menargetkan seluruh RSUD di Provinsi Banten dapat menjalin kerja sama dengan Bank Banten. Dari total 17 RSUD di Banten, Bambang berharap semuanya dapat bergabung.
“Beberapa daerah bahkan sudah menyatakan kesiapan, dan ini menjadi bagian dari strategi penguatan Bank Banten sebagai bank pembangunan daerah,” katanya, Rabu (7/1/2026).
Pengembangan itu, kata Bambang, merupakan salah satu konsen Perseroan dalam memperkuat eksistensi Bank Banten di daerah, selain pengelolaan RKUD Pemerintah Daerah.
“Tentu asas kehati-hatian selalu menjadi perhatian kita,” ujarnya.
Sementara, Direktur Utama Bank Banten, Muhammad Busthami, menegaskan kerja sama ini merupakan bentuk komitmen Bank Banten dalam mendukung pengelolaan keuangan daerah, khususnya pada BLUD Rumah Sakit.
Baca Juga: Resmikan Gedung Baru Bank Banten Pandeglang, Dimyati: Ekonomi Daerah Akan Tumbuh
“Kerja sama dengan RSUD Paku Haji ini menjadi yang kedua setelah RSUD Balaraja. Kami ingin memastikan Bank Banten hadir memberikan layanan perbankan terbaik yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Busthami.
Ia menambahkan, Bank Banten menyediakan berbagai layanan transaksi non-tunai, mulai dari pembayaran melalui virtual account hingga kanal digital lainnya dengan sistem H+0, sehingga proses transaksi dapat berlangsung lebih cepat, efisien, dan aman.
Selain itu, Bank Banten juga mendorong penerapan sistem smart hospital guna mendukung manajemen rumah sakit yang lebih modern. Sistem tersebut dinilai mampu membantu perhitungan pendapatan dan pelayanan secara lebih akurat, transparan, dan terintegrasi.
“Kami telah melakukan uji coba di RSUD Balaraja dan hasilnya cukup positif. Ke depan, sistem ini akan terus kami kembangkan agar dapat dimanfaatkan oleh RSUD lainnya di Provinsi Banten,” jelasnya.
Direktur RSUD Pakuhaji Umi Kulsum menyampaikan, penandatanganan PKS tersebut merupakan bentuk sinergi antara Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebagaimana arahan Pemerintah Provinsi Banten.
“Kami mengikuti kebijakan dan arahan pimpinan. Bank Banten adalah bank daerah yang harus kita dukung bersama, terutama kami yang berada di wilayah Provinsi Banten,” tukasnya.
Baca Juga: Pemisahan Pengelolaan RKUD dengan Payroll, Anggota DPRD Pandeglang Angkat Bicara
Ia menjelaskan, RSUD Pakuhaji memiliki sekitar 500 sumber daya manusia (SDM) yang terdiri dari PNS, CPNS, PPPK paruh waktu, serta tenaga harian lepas. Seluruh proses pembayaran gaji, baik bagi tenaga kesehatan maupun tenaga penunjang, secara bertahap akan dilakukan melalui Bank Banten.
“Nilai transaksi penggajian mencapai Rp14 hingga Rp15 miliar per bulan. Ini merupakan kontribusi kami sebagai warga Banten untuk mendukung perputaran ekonomi daerah, sekaligus memastikan sistem penggajian berjalan aman dan tepat waktu,” imbuhnya. (luthfi)
























