SATELITNEWS.COM, SERANG – Pemprov Banten, kembali mengalokasikan anggaran besar untuk membangun ruas jalan perdesaan. Tahun ini, uang sebesar Rp164 Miliar, disediakan untuk membangun jalan desa sepanjang 40 kilometer melalui program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra).
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banten Arlan Marzan mengatakan, pihaknya sudah menyediakan anggaran besar untuk membangun puluhan kilometer ruas jalan desa yang mengalami kerusakan berat.
Pembangunan itu dilakukan agar aksesibilitas masyarakat bisa lebih mudah dan cepat, sehingga roda atau perputaran perekonomian wilayah bisa semakin baik untuk kedepannya.
“Kita anggaran Rp164 miliar, tetap tidak semua jalan desa, karena dilakukan bertahap. Ada kriteria tertentu sehingga jalan itu harus dibangun segera oleh provinsi,” katanya, Kamis (8/1/2026).
Arlan mengatakan, pembangunan ruas jalan itu menjadi prioritas Pemprov Banten dan sudah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Pemprov Banten tahun 2025-2030. Tujuannya, untuk meningkatkan perekonomian masyarakat setempat dan memudahkan akses.
“Kalau pembangunan jalan Bang Andra itu sudah menjadi prioritas. Pembangunannya menyesuaikan dengan anggaran yang ada di kita. Dengan jalan yang bagus, akses masyarakat akan semakin mudah,” tambahnya.
Baca Juga: Program Bang Andra Diklaim Perkuat Konektivitas Antar Desa
Arlan menerangkan, pembangunan jalan melalui program tersebut tersebar dibeberapa wilayah, seperti di Kabupaten Pandeglang, Lebak, Kabupaten Serang, dan Kota Serang. Dari empat wilayah itu, yang mendapat porsi paling banyak adalah Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak.
“Ada empat daerah, tetapi 75 persen anggaran pembangunan jalan tahun ini untuk Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak. Kenapa? Karena di dua daerah ini, infrastrukturnya membutuhkan penanganan khusus,” katanya.
Arlan mengakui, panjang jalan yang dibangun tahun 2026 lebih sedikit dibandingkan tahun 2025, karena pembangunan jalan ditahun 2026 menggunakan beton, bukan hotmix seperti yang dilakukan ditahun lalu.
“Memang panjangnya lebih pendek karena ada hotmix nya, kalau tahun depan lebih banyak yang beton. Ini sifatnya stimulus untuk kabupaten/kota agar mereka bisa terstimulasi,” tukasnya.
Sementara, Sekretaris Daerah (Sekda) Banten Deden Apriandhi mengatakan, program Bang Andra merupakan program unggulan Pemprov Banten untuk mengatasi kesenjangan antara wilayah Banten Utara dan Banten Selatan.
“Melalui pembangunan infrastruktur ini, tentunya kita harapkan kesenjangan yang selama ini terjadi bisa mulai kita atasi secara bertahap. Karena jalan merupakan akses utama masyarakat,” ucapnya.
Baca Juga: Pemprov Banten Klaim Cadangan Pangan Dimusim Kemarau Aman
Pembangunan jalan desa itu menjadi penting, karena masuk dalam skala prioritas, dengan tujuan akhir meningkatkan perekonomian masyarakat dan memudahkan aksesibilitas warga. Dengan begitu, pelayanan kesehatan, sosial, dan lainnya akan semakin cepat, karena aksesnya bagus.
“Pembangunan jalan yang tidak tercover oleh APBD daerah, masuk ke program Bang Andra. Memang tidak semua, tetapi dilakukan secara bertahap sesuai dengan skala prioritas yang ada,” imbuhnya. (adib)
