SATELITNEWS.COM, TANGERANG— Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau-Ciujung-Cidurian (BBWSC3) mencari opsi terbaik untuk mengatasi longsor di sempadan Sungai Cidurian, tepatnya di Desa Carenang, Kecamatan Cisoka Kabupaten Tangerang. Longsor yang terjadi pada Rabu (7/1) lalu menyebabkan 1 unit rumah rusak berat dan lima lainnya rusak ringan.
Ketua Tim Sungai dan Pantai Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau, Ciujung, Cidurian (BBWSC3) Teuku Nevo mengatakan pihaknya telah melakukan survei awal ke lokasi. Survei dilakukan untuk mengidentifikasi penyebab pasti terjadinya longsor di sempadan Sungai Cidurian, Desa Carenang.
“Survei awal telah dilakukan terhadap lokasi longsor ini. Hal ini dilakukan untuk mengidentifikasi penyebab longsor dan bentuk penanganan tepat yang akan dilakukan kedepannya, ” kata Teuku Nevo, Sabtu (10/1).
Namun, Nevo mengaku belum dapat memastikan penyebab pasti terjadinya longsor tersebut. Tetapi, dirinya menduga longsor sempadan sungai biasanya terjadi akibat perubahan morfologi sungai.
“Kita belum dapat memastikan penyebab pasti. Tetapi, sungai itu kan alami, kalau kita lihat sepanjang umur hidupnya sungai itu pasti dia bergerak, kemungkinan kalau tanahnya yang lemah itu bisa longsor,” jelas Nevo.
Nevo juga mengaku belum dapat memastikan bentuk penanganan kongkrit terkait longsor tersebut. Sebab, pemulihan pasca bencana ini memerlukan kajian untuk menentukan skema penanganan yang tepat.
Baca Juga: Musim Kemarau DSDABMBK Tangsel Kebut Normalisasi Sungai
“Kalau kita buru-buru pasang bronjong, takutnya bukan meringankan pekerjaan, malah menyebabkan longsornya makin besar,” tuturnya.
Sementara itu, Camat Cisoka Sumartono mengatakan, bahwa saat ini Pemerintah Kabupaten Tangerang sedang mencarikan lokasi untuk para korban yang terdampak longsor sempadan Sungai Cidurian. Karena, Pemerintah Kabupaten Tangerang berencana untuk melakukan relokasi terhadap tempat tinggal para korban. Saat ini para korban yang kurang lebih berjumlah 28 jiwa telah mengungsi dan 6 rumah yang ditinggalinya sudah dikosongkan oleh penghuni.
“Rencananya akan direlokasi, tapi masih kita carikan tempatnya. Untuk sementara waktu para korban mengungsi di rumah saudaranya, ” ujarnya.
Sebelumnya, Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid mengatakan kawasan sempadan Sungai Cidurian, Desa Carenang, Kecamatan Cisoka ini sudah tidak
aman apabila dihuni oleh masyarakat. Maka dari itu, para penghuni sempadan sungai harus direlokasi agar ketika longsor susulan tidak ada masyarakat yang terdampak.
“Tidak memungkinkan lagi masyarakat tinggal di sini. Karena hujan terus turun dan dikhawatirkan debit Sungai Cidurian meningkat sewaktu-waktu dan menggerus tanah tempat tinggal enam kepala keluarga. Kita harus segera mencarikan solusi terbaik seperti relokasi, dan bukan hanya dilakukan terhadap warga yang sudah terdampak, melainkan seluruh penghuni rumah yang berdiri di garis sempadan sungai, ” tandas Maesyal Rasyid. (alfian)
























