SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Tangerang sejak Minggu (11/1) hingga Senin (12/1) siang mengakibatkan banjir meluas di enam kecamatan. Sedikitnya 10 ribu kepala keluarga (KK) terdampak di Kecamatan Kosambi, Teluknaga, Pakuhaji, Sepatan, Pasar Kemis, dan Mauk. Dari jumlah tersebut, sekitar 1.000 jiwa warga Kecamatan Kosambi terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman, Selasa (13/1).
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, mengatakan Kecamatan Kosambi menjadi wilayah yang terdampak paling parah. Tingginya genangan air membuat sebagian warga tidak dapat bertahan di rumah masing-masing.
“Evakuasi memang tidak terlalu banyak, khususnya di wilayah Kosambi saja. Kisaran sementara yang dapat kami perbarui, kurang lebih sekitar 1.000 orang dievakuasi ke tempat yang lebih aman,” kata Achmad Taufik kepada Satelit News, Selasa (13/1/2026).
Menurut Taufik, BPBD Kabupaten Tangerang telah berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait guna memastikan penanganan banjir serta penyaluran bantuan bagi warga terdampak berjalan optimal. Koordinasi dilakukan bersama Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, serta Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA).
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan kemungkinan banjir susulan akibat luapan aliran sungai. Masyarakat diminta aktif melaporkan perkembangan kondisi di lapangan agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.
“Kami juga sudah berkoordinasi dengan OPD-OPD terkait untuk memberikan bantuan logistik, layanan kesehatan, serta penanggulangan banjir jangka pendek,” ujarnya.
Baca Juga: 392 Jemaah Haji Asal Kabupaten Tangerang Pulang, Tujuh Orang Meninggal di Arab Saudi
Sementara itu, Camat Kosambi Asmawi menyebutkan, ketinggian air yang merendam tiga wilayah di Kecamatan Kosambi sempat mencapai satu meter. Tingginya genangan dipicu oleh intensitas hujan yang sangat tinggi sejak Minggu hingga Senin lalu.
“Yang terendam itu di Desa Salembaran Jaya, Kelurahan Dadap, dan Desa Salembaran Jati. Kurang lebih sekitar 1.000 jiwa terpaksa harus mengungsi untuk sementara waktu,” ujar Asmawi.
Meski saat ini air berangsur surut, lanjut Asmawi, warga terdampak masih belum dapat kembali ke rumah karena kondisi lingkungan belum sepenuhnya aman. Untuk sementara, para pengungsi ditempatkan di sejumlah lokasi yang dinilai aman dan tidak terdampak banjir.
“Ada beberapa lokasi yang dijadikan tempat pengungsian sementara, yaitu masjid, kantor kelurahan atau desa setempat, rumah warga yang tidak terdampak, GOR kecamatan, dan Balai Latihan Kerja (BLK) Kosambi,” katanya.
Asmawi juga memastikan bantuan logistik dan obat-obatan telah disalurkan oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui BPBD, Dinas Kesehatan, dan Dinas Sosial. Bahkan, tenaga medis disiagakan di setiap lokasi pengungsian untuk mengantisipasi warga yang membutuhkan layanan kesehatan.
“Bantuan logistik sudah disalurkan beserta obat-obatan untuk masyarakat terdampak banjir. Tenaga medis juga sudah siaga di setiap lokasi pengungsian,” tukasnya.
Baca Juga: Terangi 137 Ruas Jalan, Dishub Kabupaten Tangerang Butuh 16.500 PJU Baru
Sebelumnya, Satelit News memberitakan hujan deras yang mengguyur Kabupaten Tangerang selama dua hari satu malam, sejak Minggu (11/1) hingga Senin (12/1), mengakibatkan ribuan KK dan ratusan rumah di enam kecamatan terendam banjir dengan ketinggian air antara 20 hingga 140 sentimeter. (alfian/aditya)
