SATELITNEWS, SERANG – Seluas 202 hektar sawah di nyatakan puso oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Serang. Hal tersebut terjadi karena lahan pertanian tersebut terendam banjir selama berhari-hari.
Kepala DKPP Kabupaten Serang, Suhardjo mengatakan, bahwa lahan pertanian padi yang dinyatakan puso ini merupakan akibat peristiwa banjir yang melanda wilayah Kabupaten Serang pada akhir Desember lalu dan awal Januari. Dimana usia tanamanya bervariasi ada yang sudah hampir panen, ada yang 0 sampai 15 hari dan ada yang 40 hari.
“Yang terkena itu 1921 hektar, tapi yang puso sebanyak 202 hektar. Terendamnya lebih dari tiga hari,” kata Suhardjo, Rabu (14/1/2026).
Kata Suhardjo, pesawahan yang paling banyak terendam banjir adalah Kecamatan Padarincang, kemudian Kecamatan Pamarayan, Tunjungteja, dan Ciruas. Namun demikian pihaknya terus melakukan pendataan terutama terhadap wilayah wilayah yang terekam banjir hari ini.
“Hari ini (pesawahan yang terendam,red) nambah nih, kita masih pendataan, kita nungguan satu hari sampai dia hari pendataan teman teman dilapangan,” ujarnya.
Suhardjo menuturkan, setelah melakukan pendataan pihaknya akan mengajukan padi yang terkena puso tersebut ke Dinas Pertanian Provinsi Banten. Sementara ini yang sudah diajukan yaitu untuk sebanyak 202 hektar.
Baca Juga: Beredar ‘Iuran Alumni’ di Wisuda Faletehan, IKAFA Klarifikasi
“Kita nunggu nanti kapan realisasinya, ibu juga pengen menyerahkan bantuan untuk yang puso nanti. Kita baru ajukan Minggu kemarin,” tuturnya.
Suhardjo mengungkapkan, bantuan benih yang diajukan ke dinas Pertanian Provinsi Banten tersebut perhektarnya 60 kilogram. pihak provinsi pun sudah merespon usulan bantuan tersebut, meskipun belum tahu kapan disalurkan.
“Sudah ada respon, cuma kita masih menunggu, karena mungkin tidak hanya Serang, ada Pandeglang, dan Lebak,” pungkasnya. (sidik)
























