SATELITNEWS.COM, LEBAK — Longsor menutup ruas Jalan Nasional Bayah–Cibareno, tepatnya di Kampung Jogjogan, Desa Darmasari, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Kamis pagi sekitar pukul 08.30 WIB. Peristiwa tersebut dipicu hujan lebat berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Bayah dalam dua hari terakhir.
Sekretaris BPBD Lebak, Febby Rizki Pratama, mengatakan material tanah longsor sempat memutus akses lalu lintas di jalur nasional tersebut. Namun, berkat penanganan cepat lintas instansi, jalan kini kembali dapat dilalui kendaraan roda dua dan roda empat.
“Pagi ini kami menerima laporan adanya longsoran di ruas Jalan Nasional Bayah–Cibareno. Tidak ada korban jiwa, namun akses jalan sempat tertutup material longsor,” ujar Febby saat ditemui di kantornya di Jalan Ir. Juanda, Kecamatan Rangkasbitung.
Ia menjelaskan, penanganan dilakukan melalui sinergi sejumlah pihak, antara lain BPBD Lebak, Pemerintah Kabupaten Lebak, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), serta pihak Cemindo yang mengerahkan alat berat.
Pemkab Lebak juga menurunkan personel pemadam kebakaran untuk membantu pembersihan material longsor di lokasi kejadian.
“Alhamdulillah, saat ini lalu lintas sudah kembali normal. Yang terpenting masyarakat dapat kembali melintas. Untuk penanganan tebing selanjutnya akan dilakukan oleh Satker BPJN,” ujarnya.
Baca Juga: El Nino Mengancam, Polres Lebak Siapkan Sumur Bor
Menurut Febby, longsor terjadi karena kondisi tebing di lokasi cukup tinggi dan minim pengaman. Di area tersebut hanya terdapat penahan longsor di bagian bawah, sehingga saat diguyur hujan lebat, tanah menjadi labil dan mudah bergerak.
“Ke depan memang perlu adanya pengamanan tebing. Kami juga mendapat informasi bahwa lahan tersebut masih merupakan milik Cemindo,” tambahnya.
BPBD Lebak mencatat, sepanjang Januari 2026 telah terjadi 12 kejadian longsor di berbagai wilayah, baik yang berdampak pada akses jalan maupun permukiman warga.
Salah satu kejadian menonjol terjadi di ruas Jalan Gunungkencana, tepatnya di Kampung Cikoret, Desa Muara Dua, Kecamatan Cikulur, dengan kondisi tebing di tepi sungai yang dinilai sangat memprihatinkan.
Selain itu, longsor juga terjadi di ruas jalan Desa Cibareno, Kecamatan Cilograng, yang merupakan akses penting bagi aktivitas nelayan. Hingga kini, lokasi tersebut masih dalam tahap penanganan.
Febby menambahkan, BMKG telah mengeluarkan peringatan dini cuaca hingga 18 Januari. Oleh karena itu, masyarakat yang tinggal di wilayah rawan longsor diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama saat hujan lebat, serta segera melapor apabila melihat tanda-tanda terjadinya longsor,” pungkasnya. (mulyana)
Baca Juga: Jalan Huntap Nyaris Tuntas, Korban Banjir Cigobang Lebak Menanti Janji Pusat
























