SATELITNEWS.COM, LEBAK—Jembatan gantung yang menghubungkan Desa Cilangkap, Kecamatan Wanasalam, dengan Desa Sinanghati, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, ambruk, pada Rabu (21/1/2026) sekitar pukul 14.15 WIB. Peristiwa itu menyebabkan 5 orang siswa SMP Negeri 3 Wanasalam terjatuh ke sungai bersama tiga unit sepeda motor yang mereka tunggangi saat hendak pulang sekolah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, ambruknya jembatan diduga kuat akibat kondisi konstruksi yang sudah rapuh dan lama tidak mendapat perbaikan. Akibat kejadian itu, dua orang siswa mengalami luka-luka, sementara satu siswa lainnya harus dilarikan ke RSUD Malingping untuk mendapatkan perawatan medis. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Anggota DPRD Provinsi Banten yang juga warga Kecamatan Wanasalam, Musa Weliansyah, mengatakan jembatan gantung tersebut merupakan akses vital bagi masyarakat karena menghubungkan dua desa dari dua kecamatan berbeda.
Menurutnya, kondisi jembatan sudah lama memprihatinkan. “Memang jembatan gantungnya sudah rapuh, sudah sekitar 10 tahun belum pernah diperbaiki. Padahal jembatan ini sangat vital karena menghubungkan Desa Cilangkap dengan Desa Sinanghati. Kalau harus memutar, jaraknya sangat jauh,” kata Musa, melalui sambungan teleponnya.

Ia menambahkan, usulan perbaikan jembatan tersebut sebenarnya sudah beberapa kali disampaikan kepada pemerintah daerah, namun hingga kini belum pernah terealisasi, hingga akhirnya jembatan itu ambruk dan menimbulkan korban. “Harapannya segera dibangun kembali. Ini sudah sering diusulkan, tapi belum pernah terlaksana sampai akhirnya ambruk seperti sekarang,” tegasnya.
Sementara, Sekretaris BPBD Kabupaten Lebak, Febby Rizki Pramata, membenarkan kejadian tersebut. Ia memastikan tidak ada korban meninggal dunia dalam insiden itu. “Untuk korban jiwa tidak ada. Para korban sudah dievakuasi dan dibawa ke fasilitas kesehatan,” ujar Febby.
Baca Juga: Jembatan Gantung Penghubung Antar Kecamatan di Lebak Ambruk
Menurutnya, faktor penyebab ambruknya jembatan diduga karena usia bangunan yang sudah tua. Saat ini, petugas BPBD telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan asesmen awal. “Anggota sudah turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan dan asesmen. Dugaan sementara karena faktor usia jembatan,” pungkasnya.
Akibat ambruknya jembatan gantung tersebut, akses penghubung antar desa dan antar kecamatan kini terputus, sehingga aktivitas warga setempat terganggu. Warga berharap pemerintah segera melakukan perbaikan agar kejadian serupa tidak kembali terulang. (mulyana)





















