SATELITNEWS.COM, SERANG – Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Serang, menyebut anggaran untuk sarana dan prasaran sekolah (Sarpras) sekolah pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang, masih minim. Dari total anggaran Rp1 Triliun lebih, paling banyak digunakan untuk biaya operasional, gaji dan tunjangan.
Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Serang, Abdul Basit mengatakan, anggaran yang dialokasikan untuk dinas pendidikan memang cukup besar. Besarnya anggaran yang diberikan untuk dinas pendidikan sekitar Rp1 Triliun lebih didasarkan pada perangkatnya yang cukup banyak seperti guru.
“Jadi biaya operasional gaji dan tunjangan itu besar, sedangkan anggaran untuk pembangunan sekolah masih minim,” kata Abdul Basit, Kamis (22/1/2026).
Melihat porsi anggaran untuk pembangunan sekolah di Kabupaten Serang masih minim, Politisi Partai Golkar ini mengaku akan mendorong pertaruran daerah (Perda) percepatan infrastruktur di bidang pendidikan. Sehingga dapat menyelesaikan sarana pendidikan, agar siswa didik belajar dengan nyaman.
Kemudian pihaknya juga mendorong peningkatan kualitas pendidik. “Dengan adanya Perda itu nanti bisa diploting berapa anggaran kira kira untuk menyelesaikan 5 tahun,” ujar Basit.
Namun disamping itu, Basit juga mendorong terhadap Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk dapat memetakan mana saja sekolah rusak yang dapat dibangun oleh APBD Kabupaten Serang, pemerintah pusat atau mungkin melalui program CSR.
Baca Juga: Sejumlah Sekolah Dasar di Kabupaten Serang Sepi Peminat, Dindikbud Turun Tangan
“Yang rusak sedang itu tangani saja oleh CSR,” tuturnya.
Sementara, Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Prasarana Pendidikan Dindikbud Kabupaten Serang Christiansyah Pagua Amran mengatakan, bahwa sekolah rusak yang harus diperbaiki memang cukup banyak, namun pada tahun ini yang menjadi prioritas dari APBD Kabupaten Serang untuk SD sebanyak 26 dan SMP 14 sekolah.
“Total anggarannya untuk SD dan SMP itu Rp20 miliar. Kemudian ada juga revitalisasi dari Kementrian, cuma jumlahnya belum pasti,” pungkasnya. (sidik)
























