SATELITNEWS.COM, SERANG – Wakil Bupati (Wabup) Serang Muhamad Najib Hamas, minta sponsor atau calo pekerja migran segera insaf dan memberikan edukasi baik kepada masyarakat. Hal tersebut disampaikan Najib, usai menerima aduan adanya Pekerja Migran asal Kabupaten Serang, yang berangkat tidak memenuhi prosedur atau non prosedural.
“Jadi sponsor atau calo kita harapkan segera insaf, dan berikan edukasi yang baik kepada masyarakat, boleh jadi sponsor tapi salurkan melalui PJTKI yang resmi,” kata Najib, Senin (26/1/2026).
Najib mengatakan, belakangan ini dirinya mendapatkan laporan adanya dua pekerja migran asal Kabupaten Serang yang berangkat kelurga negeri dan ingin pulang dipulangkan ke tanah air.
Pertama adalah, Latiyah Warga Kecamatan Carenang yang tidak bisa pulang dari Arab Saudi. Latiyah diketahui berangkat secara non presdural.
“Kita sudah instruksikan Ibu Kadis (Kepala Disnanetrans Kabupaten Serang), karena itu berangkatnya tidak memenuhi prosedur, tetap kita bela untuk kepulangannya, Kadis sudahayangkan surat ke Kementerian P2MI dan Kedutaan untuk pemulangan,” kata Najib.
Kemudian Pekerjaan Migran Lainnya adalah warga Cikande yang bekerja di Kamboja. Kata Najib dirinya mendapatkan laporan dari Ketua RT bahwa ada warganya yang bekerja di Kamboja dan ingin dipulangkan akibat tidak kuat dengan beban kerjanya.
Najib pun mengaku sudah menyarankan terhadap Ketua RT tersebut untuk berkirim surat ke Disnakertrans Kabupaten Serang, sehingga dibantu untuk fasilitasi kepulangannya oleh kedutaan dan P2MI.
“Kerja dikamboja, ternyata kerjanya itu cape, tidak sesuai MOU jadi gak kuat. Resmi dan enggaknya belum di cek, makanya kita minta datanya, perusahaannya apa kita belum dapat info,” ujarnya.
Seperti diketahui, sebelumnya Latiah warga Desa Ragas Masigit, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang yang tengah mengadu nasib di Arab Saudi sebagai Pekerja Migran tidak bisa pulang ke tanah air meski dalam kondisi sakit. Karena untuk bisa pulang harus membayar biaya sebesar Rp40 juta kepada sponsor yang memberangkatkan.
Dari video yang diterima oleh wartawan Satelit News, saat ini Latiah mengaku berada di salah satu kantor Riyadh. Latiah diberangkat ke Arab Saudi oleh sponsor bernama Harti dari PT Bahana. Namun Latiah sudah tidak kuat lagi bekerja lantaran dalam kondisi sakit.
“Saya disini sakit tidak kuat lagi bekerja, saya sakit pendarahan, dan sekarang saya sudah tiga bulan lebih di isolasi,” kata Latiah.
Atas kondisi tersebut, Latiah pun memohon kepada Menteri Perlindungan Pekerja Migran untuk dapat membantu kepulangannya.
“Kepada Menteri Perlindungan Pekerja Migran saya mohon bantuannya, saya pengen pulang ke Indonesia, mohon bantu saya untuk bisa pulang ke Indonesia,” ujar Latiah.
Sementara, Ayah dari Latiah, Apas mengatakan bahwa anaknya tersebut pergi e arab tanpa seizin orang tua, melainkan izin terhadap suaminya. Namun katanya sekarang suaminya tidak bertanggung jawab kabur enta kemana.
“Anak saya sudah hampir satu tahun di Arab Saudi, dia di Arab Saudi pengen kerja pengen nafkahin suami dan orang tuanya, tapi dia pendarahan di kemaluannya di PT (perusahaan yang memberangkatkan),” kata Apas.
Apas menuturkan, saat anaknya ingin pulang ke tanah air karena tidak bisa bekerja aikabt pendarahan, pihak dari PT justru meminta uang sebesar Rp40 juta jika anaknya ingin pulang.
“Uang dari mana saya, uang buat makan sehari hari saja susah, jadi tolong ini mah bagaimana caranya usahakan supaya anak saya pulang. Anak saya sakit pengen pulang pengen pulang saja,” ujarnya. (sidik)