SATELITNEWS.COM, SERANG – Para pedagang sapi di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Serang melakukan aksi mogok dagang, Senin (26/1/2026). Aksi tersebut dipicu melonjaknya harga daging sapi impor yang mengakibatkan daya beli masyarakat menurun.
Kepala Bidang Perdagangan pada Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskoumperindag) Kabupaten Serang, Titi Purwitasari membenarkan bahwa para pedagang sapi di pasar mengadakan aksi mogok jualan.
Kata Titi aksi tersebut dilatarbelakangi kenaikan harga daging sebesar Rp5000 dari biasanya dipasaran dijual dikisaran Rp130 ribu sampai Rp140 ribu.
“Itu informasi dari asosiasi, katanya impor sapinya mahal,” kata Titi, saat dihubungi, Senin (26/1/2026).
Titi menuturkan, aksi mogok jualan ini dilakukan secara serentak selama dua hari terhitung sejak Senin (26/1) sampai Selasa (27/1/2026).
Aksi ini, sebagai bentuk solidaritas antara para pedagang daging dengan harapan harga sapi impor turun, sehingga daya beli meningkat.
“Mogoknya dua hari, tapi biasanya suka ada suratnya, ini gak ada suratnya, katanya asosiasi ngider ke pasar pasar, bentuk solidaritas, biar turun harganya, biar konsumen terbeli,” tuturnya.
Staf Pengelola Pasar Baros Kabupaten Serang, Habibie, mengatakan bahwa pada pagi hari sempat ada dua pedagang daging sapi yang membuka lapak, namun menjelang siang hari keduanya memutuskan berhenti berjualan.
“Pagi tadi masih ada dua pedagang yang berjualan, tapi menjelang siang sudah tidak ada lagi yang membuka lapak daging sapi,” ujar Habibie. (sidik)