SATELITNEWS.COM, JAKARTA — Menjelang Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI) bersiap menghadapi lonjakan penumpang. Hingga awal Februari, pemesanan tiket untuk perjalanan mudik menunjukkan minat masyarakat yang tinggi, dengan total 435.708 tiket reguler sudah habis terjual.
Manager Humas KAI Daerah Operasi 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menjelaskan pihaknya tengah menyiapkan tambahan kereta jarak jauh untuk mengantisipasi puncak arus mudik. “Tambahan KA (Lebaran) masih dalam persiapan. Informasi lebih lanjut akan diumumkan KAI pusat,” kata Franoto, Rabu (4/2/2026).
Penambahan ini diharapkan bisa membantu masyarakat tetap leluasa memilih jadwal perjalanan, terutama pada tanggal favorit seperti 16–20 Maret. Meski tanggal-tanggal itu dikenal padat, ketersediaan kursi untuk keberangkatan 11–15 Maret masih cukup, sekitar 10.000 per hari.
“Dengan jumlah tempat duduk yang masih terbuka, masyarakat bisa menyesuaikan jadwal agar perjalanan lebih nyaman,” ujar Franoto.
Untuk tanggal favorit, sisa kursi tetap terbatas, namun masih terdapat sekitar 107 ribu kursi yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk periode keberangkatan 11–21 Maret 2026. KAI mendorong pemudik memanfaatkan fitur connecting train melalui aplikasi Access by KAI, sehingga perjalanan tetap fleksibel meski tiket utama terbatas.
Sejak 2 Februari, sistem pemesanan tiket dilakukan secara bertahap. Calon penumpang sudah bisa membeli tiket hingga H-2 Lebaran (19 Maret), sementara tiket H-1 atau 20 Maret mulai dibuka pada 3 Februari pukul 00.00 WIB. Skema ini bertujuan memberi kesempatan lebih merata dan menghindari lonjakan akses pada satu waktu.
Sementara itu, hingga 4 Februari 2026 pukul 10.00 WI, sebanyak 435.708 tiket untuk mudik Lebaran 2026 telah laku terjual. “Secara kumulatif, penjualan tiket kereta api reguler Lebaran untuk periode keberangkatan yang telah dibuka, yakni 11 Maret hingga 21 Maret 2026, telah mencapai 435.708 tiket,” kata Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba, Rabu (4/2/2026).
Adapun pada tanggal keberangkatan H-3 Lebaran atau 18 Maret 2026, tiket yang telah terjual mencapai 56.685 tiket. Penjualan tiket H-2 Lebaran atau 19 Maret 2026 tercatat sebanyak 58.759 tiket.
Untuk H-1 Lebaran atau 20 Maret 2026, tiket yang terjual mencapai 45.002 tiket. Sedangkan pada H1 Lebaran atau 21 Maret 2026 tercatat 33.736 tiket telah dipesan.
Anne mengatakan, dari data KAI, H-3 dan H-2 Lebaran masih menjadi tanggal keberangkatan yang paling diminati pelanggan. Pola ini mencerminkan kecenderungan masyarakat memilih waktu mudik lebih awal guna mengatur perjalanan dengan lebih nyaman.
Berdasarkan data sementara, lima kereta api dengan volume penumpang tertinggi selama periode tersebut, yakni sebagai berikut. KA Airlangga relasi Pasar Senen (Jakarta) – Surabaya Pasar Turi (PP): 24.884 pelanggan, KA Bengawan relasi Purwosari (Solo) – Pasar Senen (Jakarta) (PP): 21.714 pelanggan, KA Kahuripan relasi Kiaracondong (Bandung) – Blitar (PP): 19.015 pelanggan, KA Serayu relasi Pasar Senen (Jakarta) – Purwokerto (PP): 18.364 pelanggan, KA Sri Tanjung relasi Ketapang (Banyuwangi) – Lempuyangan (Yogyakarta) (PP): 17.364 pelanggan.
Di sisi lain, pemerintah telah menyiapkan paket insentif transportasi untuk meringankan beban masyarakat selama periode mudik Lebaran pada April 2026. Kebijakan ini mencakup potongan harga tiket hingga diskon tarif tol, dengan anggaran yang disiapkan mencapai ratusan miliar rupiah.
“Pemerintah akan memberikan insentif pajak pertambahan nilai (PPN) yang ditanggung pemerintah untuk penerbangan domestik kelas ekonomi. Tak hanya transportasi udara, pemerintah juga menyiapkan potongan harga untuk moda transportasi lainnya,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai membuka Indonesia Economic Summit 2026 di Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Tiket kereta api dan kapal laut direncanakan mendapatkan diskon hingga 30 persen. Sementara tarif jalan tol akan dipangkas hingga 20 persen selama periode mudik.
Untuk mendukung kebijakan tersebut, pemerintah telah menyiapkan anggaran khusus. Total dana yang dialokasikan untuk berbagai insentif transportasi mudik Lebaran 2026 ini mencapai Rp200 miliar.
Selain diskon transportasi, pemerintah juga akan menerapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) selama periode Lebaran 2026. Kebijakan ini ditujukan terutama bagi aparatur sipil negara agar masa libur dapat diperpanjang.
Dengan penerapan WFA, pemerintah berharap pergerakan masyarakat tidak menumpuk dalam waktu singkat, sekaligus mendorong peningkatan belanja wisata serta aktivitas ekonomi di berbagai daerah tujuan mudik. (rmg/xan)