Rabu, 20 Mei 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
Home Nasional

Indeks Persepsi Korupsi Anjlok Drastis, Peringkat 109 dari 180 Negara

Oleh Gatot Riswandi Prasetyo
Selasa, 10 Feb 2026 17:51 WIB
Rubrik Nasional
Indeks Persepsi Korupsi Anjlok Drastis, Peringkat 109 dari 180 Negara

ILUSTRASI skor Indeks Persepsi Korupsi (IPK) atau Corruption Perception Index (CPI) Indonesia pada 2025 . (ISTIMEWA)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, JAKARTA—Skor Indeks Persepsi Korupsi (IPK) atau Corruption Perception Index (CPI) Indonesia pada 2025 tercatat sebesar 34. Angka ini turun tiga poin dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di level 37. Penurunan skor tersebut juga berdampak pada anjloknya peringkat Indonesia dalam daftar global.

Manajer Program Transparency International Indonesia (TII) Ferdian Yazid mengatakan, Indonesia kini berada di peringkat 109 dari 180 negara yang disurvei. Posisi tersebut turun 10 tingkat dibandingkan peringkat 99 pada 2024.

“Skor Indonesia di tahun ini ada di angka 34, kemudian peringkatnya dari 180 negara lainnya, peringkat Indonesia ada di peringkat 109,” kata Ferdian dalam peluncuran Corruption Perception Index 2025 secara virtual, Selasa (10/2/2026).

Menurut Ferdian, penurunan ini menunjukkan kemerosotan yang cukup signifikan, baik dari sisi skor maupun posisi global. Di kawasan Asia Tenggara, Indonesia menempati peringkat kelima dengan skor 34. Singapura masih memimpin dengan skor 84, disusul Malaysia (52), Timor Leste (44), dan Vietnam (41).

“Kemudian di bawah Indonesia ada Laos dengan skor yang sama 34, Thailand 33, Filipina 32, Kamboja 20, dan Myanmar 16,” ujar Ferdian.

Ia menambahkan, terdapat sejumlah negara lain yang memiliki skor CPI setara dengan Indonesia, antara lain Aljazair, Malawi, Nepal, Sierra Leone, serta Bosnia & Herzegovina. Sementara itu, 10 negara dengan skor CPI tertinggi pada 2025 adalah Denmark (89), Finlandia (88), Singapura (84), Selandia Baru (81), Norwegia (81), Swedia (80), Swiss (80), Luksemburg (78), Belanda (78), dan Jerman (77).

BeritaTerbaru

IMG_20260516_181130

Sahroni Minta Polisi Tindak Tegas Begal dengan Tembakan Terukur

Sabtu, 16 Mei 2026 18:16 WIB
IMG_20260516_141130

WNA Diisolasi di RSPI, Pemerintah: Hantavirus Tak Mudah Menular

Sabtu, 16 Mei 2026 14:14 WIB
Target 226 Titik Koperasi Desa Merah Putih di Lebak Tuntas Juli

Prabowo Resmikan 1.000 Koperasi Merah Putih Usai Hadiri Peresmian Museum Marsinah

Sabtu, 16 Mei 2026 11:21 WIB
Jaksa Ajukan Tuntutan Maksimal, Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara dan Ganti Rugi Rp 5,6 Triliun

Jaksa Ajukan Tuntutan Maksimal, Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara dan Ganti Rugi Rp 5,6 Triliun

Kamis, 14 Mei 2026 08:19 WIB

Adapun negara-negara dengan skor terendah umumnya berasal dari kategori fragile states atau negara yang dilanda konflik berkepanjangan. “Negara dengan skor CPI terburuk biasanya negara rapuh di Amerika Tengah, Amerika Latin, dan Afrika. Misalnya yang paling rendah Venezuela, kemudian Somalia dan Sudan Selatan. Negara yang berkonflik biasanya juga sangat rentan terhadap praktik korupsi,” kata Ferdian.

Ferdian menjelaskan, skor CPI Indonesia disusun dari sembilan sumber data. Pada 2025, sumber World Economic Forum Executive Opinion Survey (EOS) menjadi penyumbang skor tertinggi dengan angka 65. Namun, sejumlah indikator lain justru mengalami penurunan signifikan.

IMD World Competitiveness Yearbook mencatat skor 26 atau turun 19 poin. Bertelsmann Foundation Transformation Index turun sembilan poin menjadi 30, PERC Asia Risk Guide turun empat poin menjadi 34, dan Economist Intelligence Unit Country Ratings turun satu poin menjadi 34. Sementara itu, PRS International Country Risk Guide dan Global Insight Country Risk Ratings stagnan masing-masing di angka 33 dan 32.

“Dari sembilan sumber data tersebut, ada empat yang mengalami penurunan skor,” ujar Ferdian.

CPI mengukur sejumlah aspek, mulai dari penyuapan, pengalihan anggaran publik, penggunaan jabatan untuk kepentingan pribadi, hingga kemampuan pemerintah memberantas korupsi dan menegakkan integritas. Aspek lain yang dinilai termasuk perlindungan hukum bagi pelapor, jurnalis, dan penyelidik kasus korupsi, serta akses masyarakat sipil terhadap informasi publik.

Namun, CPI tidak mengukur pengalaman langsung warga terhadap korupsi, penipuan pajak, aliran keuangan ilegal, pencucian uang, maupun aktivitas ekonomi informal.

Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid mengaku miris melihat posisi Indonesia yang kini berada di bawah sejumlah negara tetangga, termasuk Timor Leste.

“Saya cukup miris melihat Indonesia hanya setara dengan Laos dan berada di bawah Vietnam, berada di bawah Malaysia, apalagi Singapura. Bahkan berada di bawah negara baru Timor Leste yang dulu sempat menjadi salah satu provinsi terkorup dan termiskin di Indonesia,” kata Usman dalam forum yang sama.

Menurut Usman, posisi Indonesia yang setara dengan Bosnia & Herzegovina dan Nepal juga patut menjadi perhatian serius, mengingat negara-negara tersebut pernah mengalami kekacauan politik akibat korupsi yang meluas.

“Temuan ini harus dijadikan semacam otokritik dan juga bahan evaluasi yang serius bagi Indonesia di dalam membenahi pemberantasan korupsi, kemunduran demokrasi, dan juga kemandirian peradilan,” ujarnya.

Usman menilai, demokrasi yang kuat berperan penting dalam mengendalikan korupsi dan melindungi hak asasi manusia. Sebaliknya, melemahnya demokrasi justru membuka ruang praktik korupsi yang lebih luas.

“Indeks TII ini menunjukkan satu kemunduran demokrasi yang saya kira kembali memprihatinkan. Demokrasi Indonesia dalam pemberantasan korupsi tidak lagi cukup kuat dalam menekan praktik korupsi,” kata Usman. (rmg/xan)

Tags: anjlokIndekskorupsikpknegara
ShareTweetKirimShareShareKirim

Berita Terkait

Andrie Yunus Tolak Oditur Militer
Nasional

Andrie Yunus Tolak Oditur Militer

Selasa, 12 Mei 2026 20:12 WIB
Temukan Belatung hingga PAL Bermasalah, KSP Sentil Dapur MBG
Nasional

Temukan Belatung hingga PAL Bermasalah, KSP Sentil Dapur MBG

Selasa, 12 Mei 2026 20:09 WIB
Erupsi Gunung Dukono, 3 Pendaki Masih Dicari
Nasional

Erupsi Gunung Dukono, 3 Pendaki Masih Dicari

Sabtu, 9 Mei 2026 07:44 WIB
Guru Honorer Dihapus Akhir 2026, DPR: Operasional Sekolah Jangan Terganggu
Edukasi

Guru Honorer Dihapus Akhir 2026, DPR: Operasional Sekolah Jangan Terganggu

Sabtu, 9 Mei 2026 07:36 WIB
370930
Edukasi

Geruduk DPRD Kabupaten Tangerang, Warga Tolak Kenaikan BBM Non Subsidi

Jumat, 8 Mei 2026 12:59 WIB
jamaah haji indonesia fase kedua tiba
Nasional

12 Jamaah Haji Indonesia Wafat

Jumat, 8 Mei 2026 12:53 WIB
Penghargaan Paritrana Award Kab Taangerang
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Ir. Bambang Sapto Nurjahja, MM., MT)
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Dra. Ratih Rahmawati, MM)
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Hendri Hermawan, SH., M.Si)

Berita Pilihan

Child Grooming Berawal dari Saluran WA, SMK Letris Pamulang Ungkap Kronologi

Child Grooming Berawal dari Saluran WA, SMK Letris Pamulang Ungkap Kronologi

Selasa, 19 Mei 2026 06:28 WIB
Prakiraan Cuaca Sepekan, BPBD Kota Tangerang: Siapkan Payung

Prakiraan Cuaca Sepekan, BPBD Kota Tangerang: Siapkan Payung

Senin, 18 Mei 2026 15:03 WIB
Pastikan Bebas PMK, 96 Petugas Periksa 35 Ribu Hewan Kurban di Kabupaten Tangerang

Pastikan Bebas PMK, 96 Petugas Periksa 35 Ribu Hewan Kurban di Kabupaten Tangerang

Minggu, 17 Mei 2026 19:34 WIB
Diisi Sejumlah Pejabat, Pengurus Perbasi Kota Tangerang Periode 2026-2030 Dilantik

Diisi Sejumlah Pejabat, Pengurus Perbasi Kota Tangerang Periode 2026-2030 Dilantik

Selasa, 19 Mei 2026 14:24 WIB
Tunaikan Ibadah Haji, Wabup Pandeglang Iing Sampaikan Pesan Mengharukan

Tunaikan Ibadah Haji, Wabup Pandeglang Iing Sampaikan Pesan Mengharukan

Kamis, 14 Mei 2026 11:33 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.