SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Ribuan pelajar dan mahasiswa memadati GOR Nambo, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, Sabtu (14/2/2026). Sejak pagi, seragam putih dengan lambang palang menghiasi arena. Mereka datang bukan sekadar untuk berlomba, tetapi juga mengukuhkan komitmen menjadi relawan kemanusiaan.
Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tangerang menggelar Youth Red Cross 8th Competition yang dirangkaikan dengan pelantikan gabungan Unit Palang Merah Remaja (PMR) dan relawan PMI se-Kota Tangerang. Kegiatan berlangsung selama dua hari, 14–15 Februari 2026, dan menjadi salah satu agenda kepalangmerahan terbesar tahun ini di tingkat kota.
Sebanyak 1.700 relawan dari berbagai jenjang—mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga unsur profesional—resmi dilantik. Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua I DPRD Kota Tangerang Andri S Permana, Kepala Dinas Sosial Kota Tangerang Acep Wahyudi, perwakilan BPJS Kesehatan Cabang Bandara, serta unsur kepolisian.
Ketua Bidang Organisasi dan Relawan PMI Kota Tangerang sekaligus Wakil Ketua I DPRD Kota Tangerang, Andri S Permana, menegaskan bahwa pelantikan massal ini merupakan bukti komitmen PMI dalam menjaga kesinambungan gerakan kemanusiaan di Kota Tangerang.
“Ya, hari ini kita menghadiri pelantikan gabungan seluruh unsur relawan PMI Kota Tangerang, sebanyak 1.700 relawan, dan juga pertandingan lomba antar-PMR se-Kota Tangerang. Ini menjadi bukti komitmen PMI Kota Tangerang terhadap regenerasi relawan bagi perkembangan urusan sosial dan kemanusiaan di Kota Tangerang,” ujar Andri.
Ia menekankan, relawan yang dilantik tidak hanya berasal dari sekolah, tetapi juga perguruan tinggi serta kalangan profesional yang memiliki kompetensi khusus.
“Semua jenjang relawan hari ini dilantik. Ada dari sekolah, perguruan tinggi, juga unsur berbasis profesi. Tenaga sukarela ini punya basis kompetensi yang nanti dilibatkan dalam operasi-operasi kemanusiaan. Ada wartawan, dokter, perawat, dan lainnya. Semuanya berjibaku bersama PMI Kota Tangerang dan instrumen pemerintah lainnya,” jelasnya, Sabtu (14/2/26)
Menurut Andri, peran relawan semakin krusial di tengah dinamika sosial dan potensi kebencanaan perkotaan. Ia menyebut, kegiatan kemanusiaan tak lagi hanya menjadi domain Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), tetapi juga melibatkan lintas sektor, termasuk Dinas Sosial melalui dapur umum dan Taruna Siaga Bencana (Tagana).
Kepala Dinas Sosial Kota Tangerang, Acep Wahyudi, menyatakan dukungan penuh terhadap gerakan kepalangmerahan sebagai bagian dari regenerasi sosial di Kota Tangerang.
“Alhamdulillah tadi pagi diinformasikan ada pelantikan 1.700 relawan, dari pelajar sampai perguruan tinggi. Pada dasarnya pimpinan kita, Pak Wali Kota, akan selalu men-support bagaimana teman-teman PMI, PMR dan lainnya sebagai regenerasi penerus Kota Tangerang itu sendiri,” ujar Acep. (ari/made)