SATELITNEWS.COM, SERANG – Kirab budaya lintas keyakinan, menjadikan nuansa Imlek tahun 2026 di Kota Serang, berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Bersatunya kemajemukan dalam sebuah persatuan yang kuat itu, memberikan pesan toleransi masyarakat Kota Serang selama ini berjalan dengan baik.
Dengan mengusung tema Merawat Kebhinekaan, Meneguhkan Persaudaraan Lintas Agama Melalui Budaya, kirab budaya yang diselenggarakan oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Serang berjalan dengan baik.
Ketua FKUB Kota Serang Matin Syarkowi mengatakan, kegiatan itu bertujuan untuk menegaskan identitas Kota Serang sebagai daerah yang majemuk namun tetap harmonis. Ia mengingatkan bahwa sejarah Kesultanan Banten telah membuktikan keterbukaan masyarakat terhadap perbedaan sejak masa lampau.
“Sejak dahulu kala di Kesultanan Banten sudah hidup harmoni, saling memahami, dan saling mendukung. Bukti nyatanya adalah kejayaan Pelabuhan Internasional Karangantu yang menunjukkan betapa terbukanya masyarakat Banten,” katanya, Minggu (15/2/2026).
Ia menekankan, keberagaman di Kota Serang bukan hanya fakta sosial semata, melainkan menjadi modal dasar bagi pembangunan daerah.
“Keberagaman ini adalah potensi untuk kita menuju Indonesia yang lebih maju. Berbeda itu indah, dan perbedaan justru menjadi daya untuk kita bersatu,” tambahnya.
Baca Juga: Nasib Malang Rupiah
Para tokoh agama memberikan apresiasi tinggi, terhadap dukungan yang diberikan Pemerintah Kota Serang. Menurut KH Matin, dukungan tersebut tidak bersifat seremonial semata, tetapi telah masuk ke dalam kebijakan strategis.
“Pemerintah Kota Serang sangat konsen terhadap toleransi. Salah satu buktinya adalah adanya politik anggaran yang dirancang untuk menciptakan kerukunan antarumat beragama,” jelasnya.
Sementara, Pendeta Erwin Marbun perwakilan Umat Kristen HKBP Resort Serang menambahkan, sejauh ini pemerintah Kota Serang maupun Provinsi Banten tidak pernah lepas pandang dari umat beragama.
“Bahkan kami semua merupakan sebuah keluarga besar dimana cita rasa Banten yang luar biasa,” imbuhnya.
Selain itu, Kirab budaya juga menjadi momentum untuk menjaga kondusivitas wilayah menjelang bulan suci Ramadan. Bhikkhu Damakaro, perwakilan Umat Buddha, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus merawat kedamaian.
“Mari kita senantiasa jaga persatuan. Di saat umat muslim memasuki bulan Ramadan, mari kita jaga keseharian agar tetap kondusif dan penuh kedamaian,” tuturnya.
Baca Juga: Sampah Rumah Tangga Cemari Sungai Di Kota Serang, Relawan Usulkan Pemberlakuan Sanksi
Sementara, Eko Sudono, perwakilan Umat Hindu menilai, kegiatan ini efektif memperkuat tekad kebangsaan. Menurutnya, Kota Serang adalah daerah multietnis dan multiagama.
“Acara itu mampu memunculkan sisi pribadi kita untuk menguatkan kerukunan nusantara, khususnya di Kota Serang,” pungkasnya. (luthfi)
























