SATELITNEWS.COM, SERANG – Kementerian Perhubungan (Kemenhub), memprediksi 143.915.953 pemudik akan melintasi wilayah Provinsi Banten menuju Sumatera. Terkait hal itu, Pemprov Banten diminta mengurai kemacetan dan memastikan keselamatan para pemudik.
Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, diperkirakan sebanyak 143.915.953 orang akan melakukan perjalanan pada musim Lebaran 2026. Angka ini mendekati data riil pergerakan pada Lebaran 2025 yang mencapai 154.623.632 orang berdasarkan Mobile Positioning Data (MPD).
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menekankan, Provinsi Banten memiliki peranan krusial dalam peta mudik nasional, khususnya pada sektor penyeberangan. Terkait hal itu, pemerintah setempat memiliki peran penting untuk memastikan keselamatan dan kelancaran arus mudik Lebaran 2026.
“Berbeda dengan arus mudik ke arah timur yang titik tujuannya terpecah ke berbagai kota, arus mudik ke arah barat dari wilayah Jabodetabek akan terkonsentrasi di ujung barat Pulau Jawa untuk menyeberang ke Sumatra,” katanya, dalam kunjungan kerja ke Pemprov Banten, Senin (16/2/2026).
Dia mengatakan, pihaknya telah menyiapkan skema optimalisasi empat pelabuhan di wilayah Banten, yaitu Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Ciwandan Difokuskan untuk angkutan kendaraan roda dua dan truk kecil. Pelabuhan Krakatau Bandar Samudera (KBS) disiapkan sebagai jalur alternatif dengan tujuan Pelabuhan Panjang, Lampung.
Kemudian untuk Pelabuhan Penyeberangan Merak diperuntukkan khusus bagi kendaraan pribadi dan bus, sedangkan untuk Pelabuhan Bakau Bandar Jaya (BBJ) Bojonegara Melayani kendaraan truk besar.
Baca Juga: Urai Kemacetan, Duplikasi Jembatan Tol Cikupa Disiapkan
“Penyediaan empat pelabuhan ini adalah bentuk optimalisasi untuk memecah kepadatan. Dalam kondisi normal, hanya Pelabuhan Merak yang beroperasi secara penuh untuk penyeberangan utama. Pengaturan ini diharapkan dapat menjaga kelancaran lalu lintas di wilayah Provinsi Banten,” tambahnya.
Selain itu, kata dia, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang sedang melakukan perbaikan pada sejumlah jalan arteri.
“Perbaikan jalan tersebut ditargetkan selesai paling lambat pada H-10 Lebaran agar kondisi jalan sudah mulus saat dilalui pemudik,” tukasnya.
Dia memprediksi, pemudik yang keluar Jakarta diprediksi terdapat 3,67 juta kendaraan atau naik 14 persen dari kondisi normal. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1,96 juta kendaraan diperkirakan akan melintasi Gerbang Tol Cikupa menuju arah barat (Merak).
“Pemerintah juga telah menetapkan masa operasional Posko Angkutan Lebaran 2026 selama 18 hari, yang dimulai pada 13 Maret 2026 (H-8) hingga 30 Maret 2026 (H+9),” ujarnya.
Sementara, Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, kunjungan kerja yang dilakukan Menhub dalam rangka rapat koordinasi (rakor) membahas kelancaran arus mudik lebaran dan segala hal yang diperlukan.
Baca Juga: Bupati Pandeglang Jenguk Keluarga ABK yang Hilang Kontak Bersama Lima Jurnalis
Tindakan itu merupakan langkah awal untuk menyelaraskan persepsi dan tindakan antarpemangku kepentingan (stakeholders). Dengan begitu, diharapkan arus mudik Lebaran 2026 bisa berjalan aman dan lancar serta tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.
“Kunjungan kerja Pak Menteri Perhubungan hari ini fokus pada penyelenggaraan angkutan lebaran tahun 2026. Seluruh pemangku kepentingan terlibat dalam rapat ini sebagai langkah awal koordinasi yang akan terus kami intensifkan ke depannya,” imbuhnya. (adib)
























