SATELITNEWS.COM, TANGSEL-Sejumlah orang tua siswa SDN Pamulang Indah, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengeluhkan kualitas menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai tidak layak konsumsi, terutama saat bulan Ramadan.
Keluhan itu salah satunya disampaikan Manto (59), orang tua siswa kelas 4. Ia menilai kualitas makanan yang diterima anaknya menurun dibandingkan sebelum Ramadan. Apalagi, menu MBG pada hari pertama puasa tidak mencerminkan kelengkapan gizi.
“Sebelum puasa menunya ada susu, makan, mendingan. Tapi puasa ini menunya amburadul. Menunya kemarin dapat siomay dan bakpau, tetapi siomaynya sudah berlendir dan bakpau sudah keras. Itu tidak layak sebetulnya, karena sudah lendir,” ujarnya saat ditemui, Selasa (24/2/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut cukup mengkhawatirkan. Beruntung saat ini anak-anak sedang menjalankan ibadah puasa sehingga makanan tidak langsung dikonsumsi. “Untung kondisinya sedang puasa, kalau tidak mah langsung dimakan bahaya, saya buang akhirnya,” katanya.
Wanto menyampaikan, pada hari ini, menu yang diterima berupa kue, telur, dan pisang. Meski dinilai lebih aman dari risiko basi, para orang tua tetap mempertanyakan standar kualitas dan pengawasan makanan MBG.
Manto bahkan menyarankan agar program tersebut dievaluasi secara menyeluruh.
Baca Juga: Akibat Jual Beli 6.877 titik SPPG, MBG Boros Rp1 T/ Bulan
“Lebih baik tidak ada lah sekalian, atau lebih baik dialihkan ke wali murid untuk masak sendiri lebih bagus. Kita pun ada kekhawatiran, kita lebih periksa apa yang didapat dari menu MBG anak-anak,” jelasnya.
Keluhan serupa juga disampaikan orang tua siswa lainnya yang enggan disebutkan namanya. Ia menyebut protes datang dari orang tua kelas 1 hingga kelas 6. Menu jauh tidak layak dibandingkan dengan menu MBG saat Ramadan tahun lalu.
“Protes kok sekarang MBG jadi tambah parah terus juga kenapa dapatnya kek gini, gak layak buat anak-anak, ada yang berlendirlah, kaya ada tahi lalatnya, keras, nah itu semua dikomplainin sama para ortu,” ungkap wanita tersebut.
Ia mengungkapkan, sebelum Ramadan ini pun sudah ada keluhan, seperti nasi yang basi, sayuran yang kurang segar, hingga lauk ikan yang tidak enak. Namun menurutnya, setiap kali orang tua mengajukan komplain atau meminta variasi menu, tanggapan yang diberikan belum memuaskan.
“Ya kalau bisa sih diperbaiki, jangan sampai terulang. Ya ke depannya lebih maju lagi deh. Jangan sampe kaya di daerah-daerah lain, jangan sampai ada korban lagi, kan sayangkan,” katanya.
Ia berharap program MBG dapat diperbaiki, baik dari sisi kualitas, variasi menu, maupun sistem distribusi. Keluhan pun telah disampaikan ke pihak sekolah, tetapi tidak ada perubahan yang berarti.
Baca Juga: Imbas Anggaran Tersendat, Operasional 62 SPPG di Kabupaten Tangerang Distop Sementara
Sementara, Kepala SDN Pamulang Indah, Suwito membenarkan adanya laporan dari sejumlah orang tua terkait kualitas menu MBG.
“Saya dapat dapat laporan dari orang tua itu beberapa orang tua pengaduan. Tetapi memang tidak semuanya lapor, yang melapor itu lewat WA,” bebernya.
Suwito menjelaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan dapur gizi yang menyuplai menu-menu setiap harinya. Kata, dia, dapur SPPG menyampaikan keluhan tersebut sedang diteruskan kepada UMKM penyedia menu.
“Sudah kita sampaikan ke ketua SPPG-nya, badan gizi, yang punya dapur juga sudah kami sampaikan keluhan dari aduan orang tua. Mereka bilang sedang menindaklanjuti ke UMKM nya yang membuat menu itu. Itu jawaban dari SPPG,” jelasnya.
Menurut Suwito, distribusi MBG di sekolah tersebut sudah berjalan sekitar satu tahun dan baru kali ini terjadi persoalan yang cukup ramai dikeluhkan. Total terdapat 1.005 siswa disekolahnya yang menerima manfaat itu.
“Iya kita sudah koordinasi tolong diperbaiki, ada orang tua mengirimkan contoh gambar menu dari sekolah lain, saya sampaikan. Pendistribusian MBG disini sudah ada setahun, setelah satu tahun ini baru ada troble kaya gini,” pungkasnya. (eko)
Baca Juga: Tangsel Ajukan Hibah 13 Bus Sekolah Gratis ke Kementerian Perhubungan
