SATELITNEWS.COM, LEBAK—Sore itu ledakan keras memecah suasana sore di Kampung Sabagi, Desa Pasir Tanjung, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak. Bersamaan dengan kejadian tersebut, dua bocah masing-masing Asep Aripin (7) dan Samsul (13) mendadak berteriak kesakitan setelah api dari permainan beleson berbahan bakar spiritus menyambar wajah dan tubuh mereka.
Untuk diketahui, beleson adalah mainan tradisional berbentuk meriam kecil yang dimodifikasi, terbuat dari bahan bekas seperti kaleng, botol, atau paralon, dan berbahan bakar spiritus. Mainan ini populer saat Ramadhan atau hari raya karena menghasilkan suara menggelegar.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 15.00 WIB, Selasa 23 Februari 2026 sore. Kala itu api yang semula hendak dinyalakan justru memicu ledakan hebat hingga membakar kedua korban. Warga sekitar yang mendengar suara ledakan langsung berhamburan memberikan pertolongan.
Dari video amatir yang beredar, tampak kedua bocah mengalami luka bakar di sejumlah bagian tubuh. Beberapa warga terlihat panik sambil berteriak meminta air. Mereka berupaya memberikan pertolongan pertama dengan menyiramkan air ke tubuh korban sebelum akhirnya membawa keduanya ke klinik terdekat menggunakan kendaraan seadanya.
Orang tua Asep Aripin, Jaja (48), mengatakan awalnya kedua anak tersebut meminta korek gas dengan alasan hendak menyalakan petasan. “Mereka bilang mau nyalain petasan. Ternyata main beleson, dikasih spiritus lalu dibakar. Langsung meledak,” ujar Jaja kepada wartawan, Selasa (24/2/2026).
Menurutnya, ledakan tersebut menyambar wajah, tangan, kaki hingga badan korban. Hampir seluruh bagian tubuh keduanya terdampak semburan api. “Yang kebakar muka, tangan, kaki. Hampir sekujur tubuh. Kejadiannya sekitar jam tiga sore, langsung kami bawa ke klinik terdekat di Babakan,” katanya.
Baca Juga: CDC ‘Menguji Fiskal Kabupaten Serang’ Melalui Ruang Dialog
Saat ini kedua korban masih menjalani perawatan intensif di Unit Gawat Darurat Klinik Antasari Farma Rangkasbitung. Kondisi keduanya terus dipantau tim medis guna mencegah infeksi dan komplikasi lanjutan.
Insiden yang terjadi di tengah suasana Ramadan, ketika anak-anak biasanya lebih banyak menghabiskan waktu sore hari dengan bermain sambil menunggu azan magrib. Di sejumlah wilayah di Kabupaten Lebak, permainan beleson berbahan bakar spiritus memang kerap muncul setiap bulan puasa. Anak-anak menuangkan spiritus ke dalam wadah tertentu lalu menyalakannya untuk menimbulkan efek api atau letupan. Namun, bahan bakar yang mudah menguap membuat api sulit dikendalikan dan sangat rawan memicu ledakan.
Selain membahayakan diri sendiri, percikan api juga berpotensi menyambar rumah atau benda mudah terbakar di sekitarnya, terutama di lingkungan permukiman padat.
Wakil Pimpinan DPRD Lebak, Acep Dimyati, menegaskan permainan bleson sangat berbahaya dan perlu segera ditindaklanjuti oleh pihak berwenang. “Belesonan sangat berbahaya, harus segera ditindaklanjuti agar tidak ada lagi korban. Perlu ada pengawasan dan imbauan serius, apalagi ini momentum Ramadan,” tegasnya.(mulyana)





















