SATELITNEWS.COM, LEBAK–Kabupaten Lebak masih menghadapi persoalan kekurangan tempat tidur pasien rumah sakit. Dari total sekitar 800 unit tempat tidur yang tersedia saat ini, jumlah tersebut dinilai belum ideal untuk melayani 1,5 juta jiwa penduduk.
Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK) Dinas Kesehatan (Dinkes) Lebak, Endang Komarudin mengatakan, secara rasio terhadap jumlah penduduk, kebutuhan tempat tidur rumah sakit di Lebak seharusnya mencapai 1.500 unit. “Secara rasio terhadap jumlah penduduk, tempat tidur pasien rumah sakit masih kurang 700 unit lebih,” ujar Endang belum lama ini.
Menurutnya, dengan masih tingginya angka kekurangan tersebut, Dinkes mendorong optimalisasi peran pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) yang tersebar di seluruh kecamatan. Terutama dalam menangani kasus kasus yang tidak memerlukan rujukan ke rumah sakit. “Salah satunya kapasitas petugas puskesmas ditingkatkan supaya ketika ada kasus yang memang tidak perlu dirujuk ke rumah sakit bisa ditangani di sana,” katanya.
Saat ini, dari total 44 puskesmas di Lebak, sebanyak 22 di antaranya telah berstatus Puskesmas dengan Tempat Perawatan (DTP). Puskesmas DTP ini disiapkan khususnya di wilayah yang memiliki jarak cukup jauh dari rumah sakit. “Puskesmas DTP ini disiapkan di wilayah-wilayah yang memang jaraknya jauh ke rumah sakit. Tinggal dimaksimalkan, baik dari kapasitas petugas dalam menangani kegawatdaruratan pertolongan pertama, kelengkapan obat-obatan maupun kelayakan sarana lainnya,” jelasnya.
Selain itu, seluruh Unit Gawat Darurat (UGD) puskesmas di Lebak kini telah dibuka selama 24 jam. Dengan demikian, pertolongan pertama dapat ditangani di puskesmas non-DTP, dan apabila pasien membutuhkan perawatan lanjutan, dapat dirujuk ke puskesmas yang memiliki fasilitas tempat perawatan atau ke rumah sakit.
Untuk mendukung peningkatan layanan kesehatan tingkat pertama, Pemerintah Kabupaten Lebak pada tahun ini menyiapkan anggaran sebesar Rp10 miliar untuk pembangunan dua puskesmas agar lebih representatif. “Salah satunya Puskesmas Kalanganyar, kita bangun agar lebih layak sehingga bisa maksimal melayani masyarakat,” ungkap Endang.
Baca Juga: Sepanjang 2026, Sebanyak 391 Warga Lebak Terserang DBD
Di sisi lain, kehadiran rumah sakit baru juga dinilai menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi defisit tempat tidur pasien. Rencana pembangunan rumah sakit di Kecamatan Maja pun telah memasuki tahap awal. “Tahun lalu sudah kita buat feasibility study atau studi kelayakan untuk pembangunan rumah sakit di Maja,” pungkasnya.(mulyana)
