SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Pascakebakaran Pasar Baru Labuan, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, mengundang rasa prihatin Wakil Bupati (Wabup) Pandeglang Iing Andri Supriadi. Ia juga mengingatkan para pedagang, soal instalasi listrik yang digunakan.
Katanya, para pedagang di Pasar Baru Labuan dan sejumlah pasar lainnya di Pandeglang, diharapkan menggunakan kabel yang tidak mudah panas atau berstandar nasional Indonesia (SNI).
Selain itu katanya, para pedagang juga diimbau untuk tidak terlalu banyak menarik kabel untuk kebutuhan instalasi. Artinya, harus mengukur kekuatan kWh dan kabel yang digunakan.
“Kalau kabel yang digunakan untuk daya yang besar, tentu kabel nya harus yang bagus. Khawatir panas, dan akhirnya terjadi korsleting listrik,” kata Iing, Selasa (24/2).
Menurutnya, jaringan instalasi listrik dari kios yang satu ke kios lainnya, juga diharapkan tidak semraut atau terlalu banyak penggunanya. Sehingga, keamanan listrik di pasar tetap terjaga.
“Kami juga berharap, ada pemeliharaan rutin dari pihak PLN terhadap instalasi listrik di pasar,” ujarnya.
Baca Juga: 5 Jurnalis Hilang Kontak, Anggota SMSI-PWI Pandeglang Panjatkan Doa Keselamatan Bersama
Sementara, anggota Fraksi PPP DPRD Kabupaten Pandeglang A.E.Supriadi menyatakan, peristiwa kebakaran di Pasar Baru Labuan menjadi pelajaran dan pengingat bersama. Diharapkan, kedepan tidak terulang lagi.
“Ini peringatan buat kita semua, semoga tidak terjadi lagi kedepannya. Harus lebih waspada, dan berhati-hati,” imbuhnya.
Diberitakan sebelumnya, suasana disekitar Pasar Baru Labuan, di Kampung Pasar Baru RT/RW 003/003, Desa Labuan, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, sekitar pukul 17.40 WIB menjelang waktu berbuka puasa, mendadak mencekam dan memaksa masyarakat sekitar berhamburan, Minggu (22/2) lalu.
Bagaimana tidak, sedikitnya 18 kios di Pasar Baru Labuan itu ludes dilalap si jago merah. Yang diduga, kobaran api berasal dari korsleting listrik salah satu kios klontongan.
Diduga dari korsleting arus listrik tersebut, kemudian mengakibatkan api menyambar ke bangunan kio-kios lain di Pasar yang terletak di Pasar baru Labuan.
Awalnya, warga yang melintas di Pasar Baru Labuan melihat banyak asap yang berasal dari dalam kios-kios, yang terletak di Pasar Baru tersebut.
Baca Juga: Hingga Hari Keempat, Kebakaran Tumpukan Sampah di Pinang Belum Padam
Namun, dikagetkan dengan adanya kobaran api yang sudah membesar di dalam area pasar baru tersebut, atas kejadian tersebut warga yang berada di sekitaran pasar baru meminta pertolongan dan berusaha memadamkan kobaran api.
Kobaran api terlalu besar, dikarenakan bangunan kios-kios yang terletak di Pasar Baru Labuan, terbuat dari struktur kayu dan saling berdekatan hingga mengakibatkan -+ 18 kios terbakar, hingga api berhasil di Padamkan oleh Warga dibantu 2 Unit Kendaraan Damkar PLTU 2 Labuan.
“Beruntung tidak ada korban jiwa dan luka – luka. Masyarakat dan pedagang panik, berpikirnya bagaimana caranya api segera padam,” kata Dicky, seorang saksi mata asal Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, kepada wartawan, Senin (23/2).
Ketua Forum Koordinasi Kampung Siaga Bencana (FK-KSB) Provinsi Banten, Beni Madsira menyatakan, pihaknya sudah mendapat laporan adanya peristiwa tersebut.
Beberapa menit kemudian, bergegas ke lokasi bersama beberapa anggota untuk membantu penanganan, sekaligus mengevakuasi korban atau barang-barang berharga.
“Diterima laporan, ada 18 kios yang terbakar,” tandasnya.
Belasan korban berdasarkan identifikasinya, antara lain, Usle/Ibu Nia warga Kampung Makui Tonggoh RT/RW 001/007 Kel/Desa Kalanganyar Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang.
Lalu, Kinoy warga Kampung Kalumpang, Desa Rancatereup, Epul warga Kampung Jaha Kalumpang, Desa Rancatereup, Mak Enong asal Kampung Cigondang Kramat, Desa Cigondang, Ustad Owi (tempe) warga Kampung Cigondang Kramat, Desa Cigondang.
Kemudian, Ari warga Kampung Caringin, Desa Caringin, Oman Kelapa warga Kampung Karangsari, Desa Cigondang, Uni bumbu warga BTN Sentul Desa Teluk, Mak Emin warga Kampung Cigondang Kramat, Desa Cigondang.
Selain itu, Iis warga Kampung Karet Desa Teluk, Bariah warga Kampung Teluk Desa Teluk, Nia warga Kampung Baru Desa Labuan, Deden warga Kampung Caringin, Tata warga Kampung Babakan dan Hj. Juli warga Kampung Ciatel Desa Labuan.
Akibat peristiwa tersebut, sebagian pedagang masih trauma dan enggan berjualan, walau api sudah padam. Hanya untuk sekedar membereskan kiosnya yang terbakarpun, masih enggan.
Kerugian materil akibat peristiwa tersebut, ditaksir mencapai Rp,300.000.000. Hingga sekarang, pihak kepolisian Polsek Labuan Polres Pandeglang bersama warga, masih menjaga barang – barang berharga yang dapat diselamatkan dari kobaran api.
“Kami sudah koordinasikan dengan semua pihak,” tukasnya. (mardiana)
























