SATELITNEWS.COM, LEBAK—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak mengajukan permohonan lahan seluas sekitar 23 ribu meter persegi kepada Perum Perhutani untuk pembangunan Koperasi Desa Merah Putih. Langkah tersebut ditempuh lantaran tidak semua desa memiliki lahan yang dapat digunakan untuk mendirikan koperasi.
Asisten Daerah (Asda) Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Lebak, Rahmat, mengatakan lahan yang diajukan tersebar di 23 titik, dengan kebutuhan masing-masing sekitar 1.000 meter persegi per lokasi. “Lahan yang kami mintakan ke Perhutani untuk 23 titik. Luasnya sekitar 23 ribuan karena kebutuhan per titiknya seribu meter,” ujar Rahmat, Rabu (25/2/2026).
Menurutnya, lahan yang diminta tersebut bukan berstatus pinjam pakai, melainkan akan dilepas dan menjadi aset Pemerintah Kabupaten Lebak. Nantinya, aset tersebut digunakan untuk pembangunan gerai Koperasi Desa Merah Putih di desa-desa yang belum memiliki lahan. “Iya, karena statusnya bukan pinjam pakai, tapi dilepas ke kami. Jadi aset Pemkab untuk digunakan pembangunan gerai koperasi di desa-desa tersebut,” jelasnya.
Rahmat menambahkan, hingga awal Februari progres pembangunan gedung Koperasi Desa Merah Putih telah berjalan di 162 titik. Dari jumlah tersebut, sebanyak 13 titik yang berdiri di atas tanah aset desa progres pembangunannya sudah mencapai 60 hingga 100 persen. “Tiga belas titik itu berdiri di tanah milik aset desa. Tapi secara total, sementara ini pembangunan sudah dilakukan di 162 titik,” pungkasnya.
Program Koperasi Desa Merah Putih sendiri merupakan inisiasi Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan memperkuat ekonomi desa melalui pengembangan koperasi sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Pemkab Lebak menargetkan pembangunan dapat terus dipercepat agar manfaatnya segera dirasakan warga desa.
Sebelumnya, Komandan Kodim 0603/Lebak, Letkol I Gede Mahendra Subrata menyatakan, pembangunan KDMP di wilayah Kabupaten Lebak terus dikebut. Dari total target 345 titik pada tahun ini, sebanyak 195 gerai telah dibangun, bahkan enam di antaranya telah rampung 100 persen.
“Target kita di Kabupaten Lebak sebanyak 345 titik. Sampai hari ini, lahan yang sudah kami daftarkan sekitar 263 titik yang masuk portal, dan yang sudah dibangun sejumlah 195 titik. Artinya progresnya sudah di atas 50 persen,” ujarnya Mahendra disela ngobrol santai bareng wartawan di aula Kodim setempat, Kamis (19/2/2026).
Ia menjelaskan, percepatan pembangunan terus dilakukan agar seluruh target dapat terealisasi sesuai rencana. Hingga akhir Februari ini, pihaknya menargetkan tambahan sekitar 20 titik dapat selesai 100 persen. (mulyana)