SATELITNEWS.COM, LEBAK–Anggota Komisi X DPR RI, Ade Rosi Khoerunnisa meresmikan tiga sekolah hasil program revitalisasi pendidikan di Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak, Selasa (3/3). Tiga sekolah tersebut terdiri dari dua SD dan satu SMP yang sebelumnya dalam kondisi rusak dan menuju rusak parah.
Ade Rosi mengaku mengawal langsung proses pengerjaan hingga tuntas dan kini bangunan sekolah telah bisa dimanfaatkan kembali oleh siswa.
“Hari ini saya meresmikan tiga sekolah hasil program revitalisasi pendidikan di wilayah Kecamatan Cipanas. Ada dua SD dan satu SMP. Kondisi sebelumnya sangat rusak dan menuju rusak parah. Alhamdulillah sudah saya lihat, saya kawal dan saya awasi langsung. Program ini terlaksana dengan baik, 100 persen sudah bisa digunakan oleh siswa-siswi,” ujarnya, kemarin.
Meski demikian, ia mengakui masih banyak sekolah di Lebak maupun Pandeglang yang mengalami kerusakan sedang hingga berat. Dari kuota yang ada, hanya 16 sekolah yang bisa direvitalisasi dan itu pun harus berbagi dengan Kabupaten Pandeglang.
Ia juga menyoroti rendahnya rata-rata lama sekolah di Lebak yang masih berada di kisaran kelas VII atau VIII, sementara saat ini pemerintah menetapkan wajib belajar 13 tahun. Faktor ekonomi keluarga menjadi salah satu penyebabnya. “Masih banyak orang tua yang kesulitan memenuhi kebutuhan dasar pendidikan anak, seperti sepatu, tas, dan perlengkapan sekolah. Karena itu, saya mendorong optimalisasi Program Indonesia Pintar (PIP) dengan memprioritaskan keluarga kategori Desil 5 ke bawah,” katanya.
Selain itu, ia menyinggung masih adanya guru honorer yang menerima honor di bawah Rp500 ribu per bulan. Kondisi tersebut dinilainya menjadi pekerjaan rumah bersama untuk mendorong peningkatan kesejahteraan dan perlindungan guru.
Baca Juga: DPR Kaji Bantuan Operasional PTS, Ekosistem Pendidikan Tinggi Lebih Adil antara Negeri dan Swasta
Sementara, anggota Komisi IV DPRD Lebak, Muammar Adi Prasetya mengapresiasi kebijakan pemerintah pusat yang melakukan intervensi pembangunan dan revitalisasi sekolah di daerah. Menurutnya, dukungan dari pusat sangat membantu pemerintah daerah yang memiliki keterbatasan fiskal, terutama dalam menangani banyaknya sekolah rusak di Lebak.
“Kami mengapresiasi kebijakan pemerintah pusat yang memberikan perhatian terhadap pembangunan sekolah di Lebak. Dengan kondisi fiskal daerah yang terbatas, intervensi seperti ini sangat membantu percepatan perbaikan sarana pendidikan,” ujarnya. Ia berharap sinergi antara pemerintah pusat dan daerah terus diperkuat agar perbaikan infrastruktur pendidikan bisa lebih merata dan berkelanjutan. (mulyana)
























