SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Kondisi Jembatan Cimande, di Kampung Pamatang RT/RW 19/04, Desa Mekarwangi, Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang, mengkhawatirkan, Kamis (5/3/2026).
Diketahui, jembatan itu merupakan penghubung dan melintasi Kampung Pamatang dengan Kampung Sogol, serta sarana transportasi akses ke pasar dan ke sekolah anak – anak.
Seorang warga Kampung Pamatang, Suyanto mengatakan, sudah kurang lebih setahun kondisi bawahnya memprihatinkan. Dan sekitar 3 bulan lalu, pilarnya jatuh.
“Warga di sini yang mau melewati jembatan itu saja, ketakutan dan ekstra hati-hati. Takut ambrol. Kerusakan itu, diperkirakan karena usia jembatan yang sudah terlalu usang,,” kata Suyanto, Kamis (5/3/2026).
Katanya, jembatan itu dahulu dibangun melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD). Kemudian, tahun 2001 ditingkatkan menjadi betonisasi.
Sejak itu tambahnya, hingga kini belum ada pemeliharaan atau perbaikan. Baik dari Pemerintah Daerah (Pemda), maupun pihak terkait lainnya.
Baca Juga: Sidak WP, DPRD Pandeglang Canangkan Revisi Perda Pajak Daerah
“Semakin hari, kondisinya semakin mengkhawatirkan. Takut ambruk tiba-tiba dan jangan sampai menelan korban,” tambahnya.
Warga setempat lainnya, Harun mengatakan, jangankan warga pengendara sepeda motor atau mobil. Pejalan kaki saja, suka ketakutan saat melintasinya.
“Jembatan itu termasuk akses vital, banyak dilintasi masyarakat, pengendara dan aktivitas lainnya,” ujarnya.
Konon tambahnya, sekira 25 atau 30 tahun silam, kondisinya masih menggunakan papan. Kala itu, aktivitas masyarakat tidak sebanyak sekarang.
“Kalau sekarang, hampir setiap hari lalu lalang kendaraan bermotor melintasinya. Makanya, diharapkan segera diantisipasi dan tidak menunggu korban,” pungkasnya.
Sementara, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Pandeglang, Roni menyatakan, pihaknya belum menerima laporan tertulis atau resmi terkait kondisi jembatan tersebut.
Baca Juga: UPT Puskesmas Bojong Pandeglang Bahas Kesehatan Masyarakat
Namun, dengan adanya informasi itu, pihaknya akan menurunkan tim teknis dari Bidang Bina Marga (BM), dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) jembatan ke lokasi.
“Sekalian, kami akan koordinasi dengan pihak Desa dan Kecamatan, untuk mendapatkan informasi serta mengumpulkan data lapangan,” pungkasnya.
Setelah peninjauan itu, akan dibuatkan kajian dan kesimpulan untuk kemudian pihak DPUPR mengambil langkah penanganan selanjutnya. (mardiana)
























