SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Klinik psikologi Lumina resmi hadir di kawasan Gading Serpong dengan menawarkan layanan konseling dan terapi bagi anak-anak maupun orang dewasa. Mengusung tagline “Growing with Heart”, klinik ini menekankan pendekatan psikologi yang mengedepankan empati serta pelayanan sepenuh hati kepada setiap klien.
Pendiri Lumina, Celestine Clarence Yuliana, mengatakan bahwa layanan yang diberikan tidak hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga pada pendekatan kemanusiaan dalam membantu klien mengatasi persoalan psikologis.
“Lumina ini kami hadirkan dengan tagline Growing with Heart. Jadi kami melayani bukan hanya semata-mata karena uang, tetapi juga dengan sepenuh hati. Menurut saya, pendekatan seperti ini memang perlu dalam layanan psikologi,” ujar Celestine usai launching di Kompleks Ruko Aristoteles, Blok RARTS/027, Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, Minggu (8/03/2026).

Ia menjelaskan, Lumina menyediakan layanan bagi dua kelompok utama, yakni anak-anak dan orang dewasa. Untuk anak-anak, penanganan dilakukan dengan melihat tahap perkembangan mereka terlebih dahulu. Jika ditemukan indikasi keterlambatan perkembangan, maka akan dilakukan asesmen sebelum menentukan jenis terapi yang tepat. “Misalnya anak usia lima tahun masih mengompol atau masih menggunakan pampers, itu perlu dicek terlebih dahulu.
Di tahap awal kami melakukan asesmen untuk melihat di mana masalahnya, kemudian baru diberikan terapi sesuai kebutuhan,” katanya. Menurut Celestine, Lumina juga menangani berbagai kondisi perkembangan anak seperti autisme, ADHD, maupun speech delay. Seluruh terapi diawali dengan asesmen agar metode yang diberikan benar-benar terukur dan sesuai dengan kondisi klien.
Saat ini Lumina didukung oleh enam psikolog profesional dengan latar belakang keilmuan yang beragam. Salah satu di antaranya memiliki keahlian di bidang neuroscience yang diperoleh dari pendidikan di Kanada. “Di Lumina ada perpaduan antara pendekatan psikologi dan ilmu neuroscience. Jadi bukan hanya melihat dari sisi psikologinya saja, tetapi juga dari aspek neuro atau fungsi otaknya. Ini menjadi salah satu nilai tambah dalam layanan kami,” jelasnya.
Baca Juga: 31 Tahun Perumda Tirta Benteng, Siapkan Ekspansi Zona 3 pada 2027
Ia menambahkan, psikolog dan psikiater memiliki pendekatan yang berbeda dalam penanganan kesehatan mental. Jika psikiater dapat memberikan obat karena berlatar belakang kedokteran, maka psikolog lebih fokus pada terapi dan konseling.
Untuk klien dewasa, Celestine menyebut sebagian besar datang dengan keluhan kecemasan atau anxiety. Bahkan menurutnya, sekitar 90 persen klien dewasa yang datang mengalami gangguan tersebut.
“Biasanya keluhan muncul dalam bentuk insomnia, kecanduan merokok, atau konsumsi alkohol berlebihan. Pada dasarnya seseorang perlu menjalani terapi ketika masalah tersebut sudah mengganggu kestabilan hidupnya,” ujarnya. Proses penanganan pada klien dewasa juga dimulai dengan konseling untuk menggali permasalahan yang dialami. Selanjutnya dilakukan asesmen guna memastikan diagnosis sebelum menentukan terapi yang tepat.
“Misalnya ada indikasi bipolar, kita tidak bisa langsung menyimpulkan. Harus ada asesmen khusus untuk memastikan diagnosisnya melalui wawancara dan observasi. Setelah itu baru diberikan terapi,” katanya. Lumina menyediakan berbagai metode terapi bagi klien dewasa, di antaranya hipnoterapi, Cognitive Behavioral Therapy (CBT), serta sejumlah metode terapi lain yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing klien.
Selain layanan konseling, Lumina juga menyediakan ruang terapi khusus bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Ruangan tersebut dirancang dengan standar tertentu untuk mendukung proses terapi secara optimal. “Ruang okupasi kami dibuat seperti playground, tetapi semua alatnya disesuaikan dengan tujuan terapi. Lampunya menggunakan teknologi anti-flicker sehingga tidak berkedip, karena kedipan lampu bisa mengganggu konsentrasi anak. Selain itu ruangannya juga dibuat kedap suara,” jelas Celestine.
Fasilitas tersebut dirancang untuk membantu perkembangan motorik halus maupun motorik kasar anak melalui berbagai permainan yang telah disesuaikan dengan kebutuhan terapi. Dari sisi biaya, tarif konsultasi anak berkisar antara Rp900 ribu hingga Rp1,5 juta per sesi selama satu jam. Sementara untuk terapi, paket yang ditawarkan mulai dari Rp2,4 juta untuk enam kali sesi terapi.
Baca Juga: Maling Gasak Mobil, Motor hingga Tiga HP di Pondok Aren
Celestine mengungkapkan bahwa keputusan membuka layanan di kawasan Gading Serpong dilatarbelakangi pesatnya perkembangan wilayah tersebut serta meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan mental. “Banyak keluarga muda yang pindah ke kawasan ini dari Jakarta. Selain itu, kebutuhan layanan konseling di sini juga sangat tinggi. Bahkan di beberapa tempat antreannya bisa sampai tiga bulan,” ujarnya.
Menurutnya, saat ini jumlah klien anak dan dewasa di Lumina relatif seimbang. Namun pada periode tertentu, seperti menjelang ujian sekolah, jumlah remaja yang datang biasanya meningkat karena mengalami tekanan dan stres. Dengan kehadiran Lumina, Celestine berharap masyarakat semakin mudah mengakses layanan kesehatan mental yang profesional sekaligus membantu meningkatkan kualitas hidup klien yang membutuhkan pendampingan psikologis. (made)





















