Kamis, 21 Mei 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
Home Nasional

Longsor Gunungan Sampah Bantargebang, 5 Jasad Ditemukan

Oleh Gatot Riswandi Prasetyo
Senin, 9 Mar 2026 20:45 WIB
Rubrik Nasional
Longsor Gunungan Sampah Bantargebang, 5 Jasad Ditemukan

Para petugas gabungan memindahkan korban longsor gunungan sampah ke kantung jenazah usai ditemukan di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, Senin (9/3/2026) siang. (ISTIMEWA)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, BEKASI—Tim SAR DKI Jakarta kembali menemukan jasad korban longsor gunungan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Desa Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi. Hingga Senin (9/3/2026), total lima orang dilaporkan meninggal, sementara empat orang lainnya masih tertimbun dan sedang dalam pencarian.

“Sejauh ini empat orang yang selamat, sementara lima korban meninggal, termasuk satu jenazah tambahan yang baru ditemukan petugas hari ini,” ujar Humas Basarnas DKI Jakarta, Romli Prasetyo.

Dalam insiden ini, korban selamat adalah Budiman, Joha, Safifudin, dan Slamet. Sedangkan korban meninggal termasuk Enda Widayanti (pemilik warung), Sumine (60), sopir truk Dedi Sutrisno, Irwan Supriatin, serta satu korban tambahan yang belum diidentifikasi.

Longsor terjadi pada Minggu (8/3/2026) sekitar pukul 14.30 WIB, ketika gunungan sampah setinggi sekitar 50 meter di Zona 4 TPST Bantargebang ambruk. Material menimpa sejumlah warung dan truk sampah yang berada di sekitarnya, juga menutup jalan operasional serta aliran Sungai Ciketing sepanjang sekitar 40 meter.

Kepala Kantor Basarnas Jakarta, Desiana Kartika Bahari, menyebutkan lima truk berada di lokasi saat longsor. Dua unit berhasil dievakuasi, sementara dua lainnya masih tertimbun.

Sebanyak 366 personel gabungan dari Basarnas, Polres Metro Bekasi, Polsek Bantargebang, TNI, Damkar, dan unit K-9 dikerahkan untuk pencarian dan evakuasi. Tim menggunakan alat berat seperti beko untuk membuka akses, sementara unit K-9 dikerahkan untuk mendeteksi keberadaan korban.

BeritaTerbaru

Rupiah Terus Melemah, Purbaya: Gak Ada Masalah

Rupiah Terus Melemah, Purbaya: Gak Ada Masalah

Senin, 18 Mei 2026 16:34 WIB
Pesawat Tempur Rafale Hingga Rudal Meteor Resmi Diserahkan Kepada TNI-AU

Pesawat Tempur Rafale Hingga Rudal Meteor Resmi Diserahkan Kepada TNI-AU

Senin, 18 Mei 2026 13:32 WIB
Fokus Haji Geser ke Armuzna, Semua Jemaah Reguler Sudah di Makkah

Fokus Haji Geser ke Armuzna, Semua Jemaah Reguler Sudah di Makkah

Minggu, 17 Mei 2026 17:21 WIB
IMG_20260516_181130

Sahroni Minta Polisi Tindak Tegas Begal dengan Tembakan Terukur

Sabtu, 16 Mei 2026 18:16 WIB

Kasie Operasi Kantor SAR Jakarta, Ahmad Rizkiansyah, mengatakan evakuasi menghadapi kendala gas beracun dari tumpukan sampah dan pergeseran material yang sangat berbahaya. Tim SAR juga membuka posko bagi warga untuk melaporkan anggota keluarga yang hilang.

Akibat insiden, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menutup sementara Zona 4A TPST Bantargebang. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memastikan pengelolaan sampah ibu kota tetap berjalan dengan menyiapkan Zona 3 dan dua zona baru bersifat sementara hingga penanganan longsor selesai.

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menilai tragedi ini sebagai alarm keras akibat metode pengelolaan sampah yang masih menggunakan open dumping. “Bantargebang menampung sekitar 80 juta ton sampah selama 37 tahun. Sistem ini mengancam keselamatan warga dan petugas serta melanggar UU No. 18 Tahun 2008,” kata Hanif usai meninjau lokasi longsor. Ia menegaskan penyidikan dan penegakan hukum telah dimulai untuk memastikan insiden serupa tidak terulang dan keselamatan warga dapat terjamin.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta agar aliran Sungai Ciketing segera dinormalisasi karena tertutup material longsoran. “Sungai Ciketing segera dinormalisasi. Manfaatnya sangat besar bagi warga, karena jika aliran sungai tertutup, akses jalan di sekitarnya juga ikut terhambat,” ucapnya saat meninjau langsung lokasi longsor sampah di TPST Bantargebang pada Senin (9/3/2026) pagi.

Pramono juga menyoroti beban sampah yang setiap hari masuk ke Bantar Gebang dari wilayah Jakarta. Ia menyebut volume sampah yang dikirim mencapai sekitar 7.400 hingga 8.000 ton per hari, sehingga perlu dilakukan pemilahan untuk mengurangi beban tempat pengolahan sampah tersebut.

“Bantargebang memang harus mulai ada pembatasan karena daya tampungnya sudah sangat terbatas. Sambil menunggu zona 4A dipulihkan, sementara ini pengiriman sampah akan dialihkan ke zona 3 serta dua zona baru yang sedang disiapkan sebagai lokasi sementara,” ujarnya.

Pemprov DKI Jakarta juga menyiapkan solusi jangka menengah melalui pengoperasian fasilitas pengolahan sampah Refuse Derived Fuel (RDF) di RDF Plant Rorotan. Saat ini fasilitas tersebut masih dalam tahap uji coba dan persiapan operasional bersama para ahli agar dapat berjalan aman dan tidak mengganggu lingkungan sekitar.

“Saya menargetkan RDF Rorotan nantinya bisa membantu mengurangi sekitar 1.000 sampai 1.500 ton sampah per hari. Mudah-mudahan proses commissioning segera selesai sehingga fasilitas ini bisa beroperasi secara normal,” tuturnya. (rmg/xan)

Tags: jasadmeninggal duniasampah
ShareTweetKirimShareShareKirim

Berita Terkait

IMG_20260516_141130
Nasional

WNA Diisolasi di RSPI, Pemerintah: Hantavirus Tak Mudah Menular

Sabtu, 16 Mei 2026 14:14 WIB
Target 226 Titik Koperasi Desa Merah Putih di Lebak Tuntas Juli
Nasional

Prabowo Resmikan 1.000 Koperasi Merah Putih Usai Hadiri Peresmian Museum Marsinah

Sabtu, 16 Mei 2026 11:21 WIB
Jaksa Ajukan Tuntutan Maksimal, Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara dan Ganti Rugi Rp 5,6 Triliun
Nasional

Jaksa Ajukan Tuntutan Maksimal, Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara dan Ganti Rugi Rp 5,6 Triliun

Kamis, 14 Mei 2026 08:19 WIB
Andrie Yunus Tolak Oditur Militer
Nasional

Andrie Yunus Tolak Oditur Militer

Selasa, 12 Mei 2026 20:12 WIB
Temukan Belatung hingga PAL Bermasalah, KSP Sentil Dapur MBG
Nasional

Temukan Belatung hingga PAL Bermasalah, KSP Sentil Dapur MBG

Selasa, 12 Mei 2026 20:09 WIB
Erupsi Gunung Dukono, 3 Pendaki Masih Dicari
Nasional

Erupsi Gunung Dukono, 3 Pendaki Masih Dicari

Sabtu, 9 Mei 2026 07:44 WIB
Penghargaan Paritrana Award Kab Taangerang
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Ir. Bambang Sapto Nurjahja, MM., MT)
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Dra. Ratih Rahmawati, MM)
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Hendri Hermawan, SH., M.Si)

Berita Pilihan

IMG_20260516_161314

695 Koperasi Merah Putih di Banten Sudah Beroperasi

Sabtu, 16 Mei 2026 16:19 WIB
Pastikan Bebas PMK, 96 Petugas Periksa 35 Ribu Hewan Kurban di Kabupaten Tangerang

Pastikan Bebas PMK, 96 Petugas Periksa 35 Ribu Hewan Kurban di Kabupaten Tangerang

Minggu, 17 Mei 2026 19:34 WIB
RUSAK PARAH : Ruas jalan Cicadas - Pasirpeuteuy - Kaduengan di Kabupaten Pandeglang dibiarkan rusak selama bertahun-tahun. Terkait hal itu, Gubernur Banten Andra Soni memberikan evaluasi negatif terhadap arah pembangunan di Kabupaten Pandeglang. (ISTIMEWA)

Gubernur Andra Minta Pemkab Pandeglang Tak Leha-leha Soal Pembangunan Infrastruktur Jalan

Selasa, 19 Mei 2026 16:43 WIB
Brasil Butuh Pengalaman Neymar

Brasil Butuh Pengalaman Neymar

Selasa, 19 Mei 2026 17:15 WIB
Sejumlah mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Pemerintahan (FISIP) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), mengunjungi Komunitas Peduli Sungai Banten (KPSB), di Rumah Singgah Fesbuk Banten News (FBN), Jalan Gelatik Komplek Tegal Padang, Drangong, Taktakan, Kota Serang, belum lama ini. (ISTIMEWA)

Mahasiswa FISIP Untirta Kunjungi Komunitas Peduli Sungai Banten

Jumat, 15 Mei 2026 09:33 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.