SATELITNEWS.COM, TANGSEL-Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melakukan ramp check terhadap armada bus angkutan penumpang sebagai bagian dari persiapan arus mudik Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Dari pemeriksaan yang dilakukan, hanya ditemukan sejumlah pelanggaran administrasi ringan.
Sekretaris Dishub Kota Tangsel, Yanuar mengatakan kegiatan ramp check dilakukan di Terminal Pondok Cabe untuk memastikan kendaraan yang akan digunakan masyarakat saat mudik benar-benar dalam kondisi layak jalan dan aman.
“Kita melihat bahwa ramp check ini penting untuk pengendara atau kendaraannya yang memang akan mudik,” ujar Yanuar saat dikonfirmasi, Kamis (12/3/2026).
Ia menjelaskan, kendaraan yang dinyatakan memenuhi syarat akan diberikan stiker tanda lulus ramp check. Sementara kendaraan yang belum memenuhi persyaratan belum diberikan stiker hingga perbaikan dilakukan.
Dari pemeriksaan yang dilakukan pada hari itu, petugas menemukan dua temuan utama. Pertama, satu kendaraan mengalami kerusakan pada lampu dekat sebelah kiri yang tidak menyala. Kedua, salah satu armada milik PO Primajasa ditemukan memiliki kelebihan jumlah kursi.
“Bus Primajasa seharusnya memiliki 46 kursi, tetapi ditemukan ada 56 kursi, sehingga ada kelebihan 10 kursi,” katanya.
Baca Juga: Pasca Insiden Anak Tewas Tersetrum, Dishub Tangsel Perketat Pemeliharaan PJU
Menurut Yanuar, ramp check meliputi berbagai aspek teknis kendaraan, mulai dari kondisi ban, lampu, mesin, hingga sistem gas dan RPM kendaraan untuk memastikan semuanya berfungsi dengan baik.
Untuk kendaraan yang belum memenuhi syarat, Dishub tidak langsung memberikan sanksi berat. Pengelola kendaraan diminta segera melakukan perbaikan atau melengkapi kekurangan sebelum armada digunakan untuk angkutan mudik.
“Untuk lampu yang mati diminta segera diganti. Sedangkan bus yang kelebihan kursi diminta melepas kursi tambahan tersebut,” jelasnya.
Dishub Tangsel memberikan waktu hingga menjelang pemberangkatan mudik untuk melakukan perbaikan tersebut. Adapun di Tangerang Selatan, pelepasan kendaraan untuk angkutan mudik dijadwalkan mulai 14 Maret 2026.
“Administrasi saja sih sebetulnya itu, hanya lampu kan bisa mungkin harus segera diganti. Lampu dekat aja. Terus yang satunya kuota dari seat-nya kelebihan,” sebutnya.
Geliat pemudik di Terminal Pondok Cabe hingga Kamis (12/3) belum begitu terasa. Hal itu mungkin terjadi lantaran masyarakat yang hendak pulang ke kampung halamannya belum masuk libur kerja hingga mendekati lebaran.
Baca Juga: Dishub Tangsel Siapkan Penataan Jalan Menyempit di Serpong
Walaupun begitu, terminal bayangan di wilayah Ciputat terpantau lebih ramai. Harga tiket bus antarkota antarprovinsi (AKAP) pun mulai mengalami kenaikan sekitar 20 persen dari harga normal. Kenaikan tarif terjadi seiring meningkatnya jumlah penumpang.
Salah satu agen PO bus Murni Jaya di terminal bayangan Ciputat, Dadang, mengatakan harga tiket untuk sejumlah tujuan di Jawa Tengah mulai naik sejak hari ini, Senin (9/3/2026).
“Per hari ini harga tiket sudah mulai naik sekitar Rp30.000. Misalnya tujuan Wonosobo yang sebelumnya Rp150.000, sekarang menjadi Rp180.000,” kata Dadang.
Ia menjelaskan, kenaikan harga tiket berpotensi kembali terjadi secara bertahap mendekati puncak arus mudik. “Biasanya nanti naik lagi sekitar tanggal 17, 18, dan 19. Harganya bisa sampai Rp300.000,” sebutnya.
Dadang menambahkan, jumlah penumpang saat ini masih tergolong normal. Namun, sebagian masyarakat sudah memilih untuk mudik lebih awal guna menghindari kepadatan.
“Sekarang masih sedang saja, tapi ada beberapa yang sengaja mudik lebih awal,” bebernya.
Baca Juga: Dikeluhkan Warga, Dishub Tangsel Tinjau Penyempitan Jalan di Rawabuntu
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, pihak agen juga berencana menambah armada bus saat memasuki puncak arus mudik yang diperkirakan terjadi pada 17 hingga 19 Maret.
Adapun sejumlah tujuan yang paling banyak diminati penumpang saat ini antara lain Semarang, Wonosobo, Kebumen, Gunung Kidul, Yogyakarta, dan Surakarta. (eko)
