SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Pasca libur panjang Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M, Pemerintah Kabupaten Tangerang menegaskan tidak akan membatasi masyarakat dari berbagai daerah yang ingin mencari peruntungan di wilayahnya. Sikap ini didasarkan pada prinsip bahwa setiap warga negara Republik Indonesia berhak tinggal dan bekerja di mana pun, termasuk di Kabupaten Tangerang.
Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, menyampaikan bahwa pemerintah daerah tidak akan menggelar operasi yustisi untuk melarang atau mencegah kedatangan warga dari luar daerah.
“Biasanya para pemudik kembali dengan membawa saudara atau kerabatnya. Sebetulnya tidak masalah, sebab semua warga negara Republik Indonesia berhak tinggal dan bekerja di mana pun, termasuk di Kabupaten Tangerang. Yang penting datang dengan membawa skill yang mumpuni,” ujar Soma Atmaja kepada Satelit News, Selasa (24/3).
Pria yang akrab disapa Bang Soma ini menilai, keberadaan kawasan industri menjadikan Kabupaten Tangerang layaknya magnet bagi para pencari kerja dari berbagai daerah di Indonesia. Wilayah ini pun menjadi bagian dari kawasan strategis Jabodetabek yang terus menarik arus urbanisasi.
“Jabodetabek, termasuk Kabupaten Tangerang, memang menjadi destinasi tujuan para pencari kerja baru dari berbagai wilayah Indonesia,” ungkapnya.
Meski terbuka, Soma mengingatkan para pendatang agar membekali diri dengan keterampilan yang memadai. Hal ini penting agar mereka dapat terserap di dunia kerja dan tidak justru menambah angka pengangguran.
Baca Juga: Benyamin Davnie Minta Pengawasan Terhadap ASN Tangsel Diperketat
“Paling tidak, mereka hadir ke sini dengan skill yang cukup, itu yang paling penting,” tegasnya.
Di tempat terpisah, Muhirin, warga Kampung Katomas, Kelurahan Tigaraksa, Kecamatan Tigaraksa, mengaku telah merasakan langsung keterbukaan tersebut. Pria asal Cilacap, Jawa Tengah, itu sudah merantau ke Kabupaten Tangerang sejak 2007 dan kini bekerja sebagai arsitek.
“Saya sudah cukup lama di Kabupaten Tangerang. Saya bekerja sebagai seorang arsitek. Kabupaten Tangerang sangat nyaman untuk ditinggali. Selain terbuka untuk pendatang, masyarakatnya juga sangat ramah dan baik,” tuturnya.
Kisah Muhirin menjadi gambaran bagaimana Kabupaten Tangerang tidak hanya menjadi tujuan mencari kerja, tetapi juga tempat membangun kehidupan baru bagi para perantau. (alfian/aditya)





















