SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Aroma tak sedap menyergap permukiman warga di Kampung Mampelem Balong RT01/RW04, Desa Matagara, Kecamatan Tigaraksa. Tumpukan sampah rumah tangga yang menggunung di depan rumah warga belum juga terangkut sejak momen Lebaran Idul Fitri 1447 H/2026 M.
Kondisi ini dikeluhkan warga lantaran lambannya pengangkutan sampah oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang bersama UPT Tigaraksa. Sampah yang menumpuk pasca Lebaran membuat lingkungan menjadi tidak nyaman.
Salah satu warga, Suwarti, mengungkapkan bahwa sejak dua hari sebelum Lebaran hingga H+5, sampah di lingkungannya belum juga diangkut petugas. Padahal, menurutnya, warga rutin membayar iuran kebersihan setiap bulan tanpa pernah menunggak.
“Dari dua hari sebelum Lebaran sampah belum diangkut sampai sekarang, Kamis (26/3). Padahal, kami rajin bayar retribusi setiap bulan sebesar Rp30.000. Tapi pengangkutan sampah sering terlambat,” keluh Suwarti kepada Satelit News, Kamis (26/3).
Ia menuturkan, biasanya petugas datang seminggu sekali untuk mengangkut sampah. Namun kali ini, sudah hampir dua pekan tidak ada pengangkutan. Warga pun berharap DLHK atau UPT terkait segera bergerak cepat mengatasi persoalan tersebut. “Biasanya seminggu sekali sudah diangkut, ini lama sekali,” tambahnya.
Senada, Kusuma, warga PWS Tigaraksa, Desa Margasari, juga mempertanyakan lambannya pengangkutan sampah di pemukimannya. “Di rumah saya lama juga belum diangkut, dari awal mau mudik juga gak diangkut. Ya mudah-mudahan segera diangkut,” jelasnya.
Baca Juga: Benyamin Davnie Minta Pengawasan Terhadap ASN Tangsel Diperketat
Di tempat terpisah, Kepala DLHK Kabupaten Tangerang, Ujat Sudrajat, menjelaskan bahwa jadwal pengangkutan sempat terganggu karena libur Lebaran. Ia menyebut, perayaan Idul Fitri di Kabupaten Tangerang berlangsung pada Jumat (20/3) dan Sabtu (21/3), sehingga petugas kebersihan, termasuk sopir armada, diberikan waktu libur.
“Lebaran itu Jumat dan Sabtu, saat itu memang kami beri libur. Sopir-sopir juga butuh istirahat, jadi pada hari tersebut tidak ada pengangkutan sampah,” jelas Ujat.
Terkait volume sampah, Ujat mengakui adanya peningkatan pasca Lebaran. Namun, lonjakannya tidak terlalu signifikan karena sebagian masyarakat mudik ke kampung halaman.
“Kurang lebih hanya bertambah sekitar 200 ton dari hari biasanya,” katanya.
Ia merinci, setiap harinya DLHK mampu mengangkut sekitar 1.200 hingga 1.300 ton sampah. Sementara berdasarkan estimasi jumlah penduduk dengan asumsi produksi 0,7 kilogram sampah per orang per hari, total volume sampah di Kabupaten Tangerang bisa mencapai 2.700 ton per hari.
“Artinya masih ada selisih antara volume sampah yang dihasilkan dan yang mampu kami angkut setiap harinya,” ujarnya.
Baca Juga: Wanita di Ciputat Timur Berulang Kali Jadi Korban Orderan Fiktif Ojek Online
Untuk mengantisipasi lonjakan sampah pasca Lebaran, DLHK Kabupaten Tangerang telah menyiapkan 1.000 personel yang terdiri dari petugas pengangkut sampah dan penyapu jalan. Selain itu, sebanyak 300 armada juga disiagakan untuk melayani pengangkutan sampah di berbagai titik, termasuk kawasan wisata dan permukiman warga.
“Sebanyak 300 personel merupakan penyapu jalan dan 700 lainnya petugas pengangkut sampah,” jelas Ujat.
Ia menambahkan, dari total 300 armada, sebanyak 240 unit berasal dari DLHK dan 60 unit merupakan bantuan dari kecamatan. Armada tersebut akan difokuskan untuk mengangkut sampah dari destinasi wisata maupun lingkungan warga menuju TPA Jatiwaringin di Kecamatan Mauk.
Selain kawasan wisata dan permukiman, pusat perbelanjaan juga menjadi salah satu penyumbang terbesar sampah selama libur panjang. Aktivitas masyarakat yang meningkat di mall maupun pasar tradisional turut memicu lonjakan volume sampah.
“Selama libur, masyarakat banyak yang ke mall atau berbelanja di pasar tradisional. Misalnya di Pasar Curug terjadi lonjakan, maka akan kami tambah armada dari UPT setempat untuk membantu pengangkutan,” tutupnya.(alfian/aditya)





















