SATELITNEWS.COM, JAKARTA—Mobilitas masyarakat pada Lebaran 2026 melampaui prediksi, namun jumlah pemudik justru menurun dibanding tahun lalu. Di tengah dinamika itu, angka kecelakaan dan fatalitas tercatat turun signifikan.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan, total pergerakan masyarakat selama periode 13–29 Maret 2026 mencapai 147,55 juta orang berdasarkan mobile positioning data (MPD). Angka ini melampaui proyeksi awal sebesar 143,92 juta orang, atau naik 2,53 persen dari hasil survei.
“Untuk pergerakan orang… mencapai 147,55 juta orang, mengalami kenaikan sebesar 2,53 persen dari hasil survei,” ujar Dudy saat menutup Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2026 di Kantor Kementerian Perhubungan, Senin (30/3/2026).
Namun demikian, secara tahunan jumlah pemudik justru turun 4,57 persen dari sekitar 154,62 juta orang pada 2025. Dudy menyebut faktor di balik penurunan dibanding tahun lalu tersebut masih perlu dikaji.
“Mungkin terdapat kondisi-kondisi yang membuat masyarakat memiliki pertimbangan dalam melakukan perjalanan,” katanya.
Di sisi keselamatan lalu lintas, peningkatannya terlihat lebih jelas. Data Korlantas Polri melalui Integrated Road Safety Management System (IRSMS) mencatat 3.517 kejadian kecelakaan selama periode Lebaran 2026. Angka itu turun 6,31 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Penurunan lebih tajam terjadi pada fatalitas. Jumlah korban meninggal dunia turun 31,19 persen, sementara korban luka berat berkurang 13,80 persen.
“Yang paling membahagiakan… terjadi penurunan angka kecelakaan sebesar 6,31 persen dan fatalitas turun cukup besar sebesar 31,19 persen,” ujar Dudy.
Ia menegaskan, capaian ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor, sekaligus menjadi indikator awal perbaikan keselamatan transportasi. Namun evaluasi tetap diperlukan. “Keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap penyelenggaraan transportasi,” katanya.
Sementara itu, penggunaan angkutan umum meningkat secara signifikan. Peningkatan ini menunjukkan peran transportasi publik yang semakin besar dalam menopang mobilitas Lebaran yang padat.
Selama periode Lebaran, jumlah penumpang mencapai 23,54 juta orang atau naik 10,87 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan terjadi di seluruh moda.
Moda angkutan jalan melayani 3,89 juta penumpang (naik 11,64 persen), angkutan laut 2,02 juta penumpang (naik 9,86 persen), dan transportasi udara 4,77 juta penumpang (naik 6,97 persen).
Pemudik kereta api mencatat 7,31 juta penumpang (naik 10,13 persen). Sementara penyeberangan menjadi yang tertinggi dengan 5,52 juta penumpang atau naik 15,36 persen.
Dari sisi lalu lintas, sebanyak 2,96 juta kendaraan tercatat keluar dari Jabodetabek selama periode mudik, naik sekitar 4 persen dibandingkan tahun lalu. Arus terbesar menuju arah timur sebesar 51,5 persen, disusul barat 26,5 persen dan selatan 22 persen.
Pada arus balik, 2,70 juta kendaraan tercatat masuk ke Jabodetabek, turun tipis 0,4 persen. Distribusinya didominasi dari arah timur (48 persen), kemudian barat (28,3 persen), dan selatan (23,5 persen).
Kelancaran lalu lintas juga tercermin dari kecepatan rata-rata perjalanan Jakarta–Semarang yang mencapai 81,60 kilometer per jam selama masa mudik.
Secara umum, Dudy menilai penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 berjalan lancar tanpa gangguan signifikan. Ia menekankan keberhasilan ini merupakan hasil kerja bersama lintas kementerian,
lembaga, pemerintah daerah, dan operator transportasi.
“Alhamdulillah, kolaborasi yang sangat baik, sehingga Angkutan Lebaran tahun ini berjalan dengan baik dan tidak ada hal signifikan,” ujarnya.
Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Menteri Perhubungan Suntana, Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani, Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) Mohammad Syafii, beserta seluruh Pejabat Tinggi Madya di Lingkungan Kementerian Perhubungan. (rmg/xan)