SATELITNSWS.COM, LEBAK–Polemik antara Bupati dan Wakil Bupati Lebak, Hasbi Asyidiki Jayabaya dan Amir Hamzah, yang sempat memanas usai pernyataan dalam acara halal bihalal di Pendopo Pemkab Lebak beberapa hari lalu, kini resmi berakhir.
Kedua pimpinan daerah tersebut telah bertemu dan sepakat mengakhiri konflik demi menjaga stabilitas pemerintahan dan kondusivitas masyarakat Kabupaten Lebak.
Ketua DPRD Kabupaten Lebak Juwita Wulandari, menyambut baik langkah rekonsiliasi yang dilakukan Hasbi dan Amir. Ia menilai, keputusan untuk berdamai merupakan bentuk kedewasaan dalam berpolitik dan bernegara.
“Sebagai pimpinan daerah, tentu kepentingan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Kami di DPRD mengapresiasi langkah Bupati dan Wakil Bupati yang memilih menyelesaikan persoalan ini secara bijak,” ujar Juwita, Kamis (2/4/2026).
Menurutnya, dinamika dalam pemerintahan adalah hal yang wajar. Namun, yang terpenting adalah bagaimana setiap perbedaan dapat diselesaikan dengan komunikasi yang baik dan mengedepankan kepentingan publik.
“Perbedaan pendapat itu hal biasa, tetapi jangan sampai berlarut-larut dan berdampak pada pelayanan kepada masyarakat. Dengan adanya kesepakatan damai ini, kami berharap roda pemerintahan kembali berjalan optimal,” jelasnya.
Baca Juga: Massa Desak Juwita Mundur dari Ketua DPRD Lebak
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk kembali bersatu dan tidak lagi memperkeruh suasana. Momentum ini, kata dia, harus dijadikan titik balik untuk memperkuat sinergi dalam membangun Kabupaten Lebak.
“Kami berharap semua pihak bisa menahan diri dan bersama-sama menjaga kondusivitas daerah. Mari kita fokus pada pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Lebak,” imbuhnya.
Dengan berakhirnya polemik tersebut, diharapkan hubungan kerja antara Bupati dan Wakil Bupati semakin solid, sehingga program-program pembangunan daerah dapat berjalan maksimal dan tepat sasaran.(mulyana)
























