SATELITNEWS.COM, TANGSEL-Kenaikan harga plastik yang terjadi sejak pertengahan Maret 2026 mulai menimbulkan keresahan di kalangan pedagang dan masyarakat di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Lonjakan harga yang signifikan ini tidak hanya berdampak pada pelaku usaha kecil, tetapi juga membebani konsumen rumah tangga.
Evi, seorang pedagang plastik di Pasar Ciputat mengungkapkan bahwa harga plastik jenis PE yang banyak digunakan pedagang mengalami kenaikan drastis yakni dua kali lipat.
Sebelumnya, harga plastik tersebut berada di kisaran Rp28 ribu, namun kini melonjak menjadi Rp55 ribu. Kenaikan ini terjadi sejak 15 Maret 2026 dan dinilai telah melampaui dua kali lipat dari harga normal.
“Jadi kenaikannya melebihi dua kali lipat,” ujarnya saat dijumpai, Selasa (7/4/2026).
Tidak hanya plastik, sejumlah produk turunan seperti gelas plastik dan wadah makanan juga mengalami kenaikan serupa. Kondisi ini semakin memperburuk situasi para pedagang yang sebelumnya sudah menghadapi lemahnya daya beli masyarakat.
“Sangat berpengaruh ke penjualan, disaat harga meningkat daya beli sangat lemah sebelumnya. Jadi sangat memperihatinkan buat kami pedagang di pasar,” ucapnya.
Baca Juga: Jurnalis Asal Tangsel Hilang di Kawasan GAK, Ketua RT Berharap Ditemukan Selamat
Senada dengan itu, Irfan, pedagang bumbu dapur di Pasar Ciputat menyebutkan bahwa kenaikan harga plastik mulai terasa setelah Lebaran. Ia menjelaskan bahwa hampir semua ukuran plastik mengalami kenaikan antara Rp20 ribu hingga Rp30 ribu.
“Kenaikan harga sudah terjadi habis lebaran. Kenaikan mulai dari 20 sampai 30 ribu, itu harga naik di semua ukuran plastik. Mau tidak mau tetap beli tetapi eceran,” paparnya.
Ia berharap harga dapat segera stabil agar aktivitas perdagangan tidak semakin terganggu. “Semoga bisa stabil lagi harga, repot juga. Semoga pemerintah dapat menemukan solusi untuk menormalkan harga plastik ini. Mudah-mudahan perang Iran Israel cepat berhenti dan harga bisa kembali normal,” bebernya.
Dampak kenaikan harga ini juga dirasakan langsung oleh masyarakat. Diah Sulistiya, warga Pamulang mengaku terkejut karena kini sejumlah pedagang mulai mengenakan biaya tambahan untuk kantong plastik.
“Sekarang kalau mau plastik harus bayar Rp500 kalau tidak bawa kantong belanja. Dulu tidak seperti itu. Semua pelanggan diperlakukan sama membayar kalau mau plastik,” jelasnya.
Sebagai informasi, kenaikan harga plastik ini diduga dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk lonjakan harga bahan baku petrokimia di pasar global serta terganggunya rantai pasok akibat konflik geopolitik di Timur Tengah.
Baca Juga: Pemkot Tangerang Selatan Putuskan Tak Perpanjang PJJ
Ketegangan yang melibatkan negara produsen energi berdampak pada harga minyak mentah, yang merupakan bahan dasar produksi plastik. Selain itu, peningkatan biaya impor bahan baku dan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS turut memperparah kondisi.
Indonesia yang masih bergantung pada impor bahan baku plastik pun ikut terdampak secara langsung.
Para pedagang dan masyarakat berharap pemerintah segera mengambil langkah strategis untuk menstabilkan harga, baik melalui kebijakan impor, subsidi bahan baku, maupun penguatan industri dalam negeri. (eko)
























