Rabu, 17 Juni 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News

Mahasiswa Tangerang Turun ke Jalan, Desak Pengusutan Tuntas Kasus Kekerasan Aktivis KontraS

Oleh Made Nusantara
Kamis, 9 Apr 2026 18:57 WIB
Rubrik Headline, Kota Tangerang, Metro Tangerang
Mahasiswa Tangerang Turun ke Jalan, Desak Pengusutan Tuntas Kasus Kekerasan Aktivis KontraS

DEMO: Para aktivis mahasiswa saat menggelar aksi demo. ISTIMEWA

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Sore yang biasanya lengang di kawasan Tugu Adipura, ikon Kota Tangerang, berubah menjadi ruang suara perlawanan. Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok Cipayung Kota Tangerang menggelar aksi solidaritas untuk aktivis KontraS, Andrie Yunus, Kamis (9/4/2026). Mereka datang membawa kegelisahan yang sama yakni kekerasan terhadap aktivis dinilai bukan sekadar tindak kriminal biasa, melainkan ancaman serius terhadap demokrasi.

Aksi ini bukan mobilisasi spontan. Ia merupakan kelanjutan dari konsolidasi yang telah dibangun sejak pasca-Lebaran, tepatnya pada 26 Maret 2026. Momentum tersebut dimanfaatkan mahasiswa untuk merajut kekuatan, menyatukan sikap, sekaligus menegaskan tekanan terhadap aparat penegak hukum agar tidak lamban dalam mengusut kasus yang menimpa Andrie Yunus.

Sejumlah organisasi mahasiswa lintas ideologi tampak hadir dalam barisan aksi. Mulai dari GMNI, HMI, HMI MPO, HMI DIPO, hingga PMII. Mereka berdiri dalam satu garis tuntutan: hentikan kekerasan terhadap aktivis dan jaga ruang demokrasi tetap hidup.

Di bawah sorotan langit senja, orasi demi orasi dilontarkan secara bergantian. Nada yang muncul tidak sekadar emosional, tetapi juga politis mempertanyakan komitmen negara dalam melindungi kebebasan sipil.

Koordinator Lapangan aksi, Elwin Mendrofa, menegaskan bahwa gerakan ini lahir dari rasa duka sekaligus tanggung jawab moral mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat sipil. “Teman-teman ini mencoba untuk ikut serta bersedih atas Andrie Yunus yang mengalami penyiraman air keras,” ujar Elwin SatelitNews.Com di lokasi aksi.

Namun, duka itu dengan cepat berubah menjadi kemarahan kolektif. Bagi Elwin dan massa aksi, kasus yang menimpa Andrie Yunus bukan hanya persoalan individu, melainkan simbol dari upaya pembungkaman terhadap suara kritis. Ia menilai, tindakan kekerasan terhadap aktivis merupakan bentuk ancaman nyata terhadap kebebasan berekspresi hak fundamental yang dijamin dalam konstitusi. “Kita melihat ini sebagai ancaman terhadap demokrasi. Ketika aktivis diserang, itu artinya ruang kritik sedang ditekan,” katanya.

Baca Juga: TAUD Temukan 16 Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

Lebih jauh, Elwin juga menyinggung adanya dugaan keterlibatan oknum intelijen negara dalam peristiwa tersebut. Meski belum disertai bukti yang dipublikasikan secara resmi, kecurigaan ini menjadi salah satu titik tekan dalam tuntutan mahasiswa. “Di balik peristiwa itu pasti ada dalangnya, tapi sampai sekarang belum ada pernyataan resmi siapa otak intelektualnya,” tegasnya.

Pernyataan ini memperlihatkan ketidakpercayaan mahasiswa terhadap proses penegakan hukum yang berjalan. Mereka menilai, pengungkapan pelaku lapangan saja tidak cukup jika aktor intelektual di baliknya tidak disentuh. Dalam kerangka hukum, mahasiswa menegaskan bahwa kebebasan berpendapat telah dijamin dalam Undang-Undang Dasar 1945. Oleh karena itu, setiap bentuk kekerasan terhadap aktivis dipandang sebagai pelanggaran serius terhadap konstitusi. “Elit atau siapa pun tidak boleh anti kritik. Penyerangan terhadap aktivis itu melawan konstitusi,” ujar Elwin.

BeritaTerbaru

KANAN 1

Deretan Kios di Pondok Aren Terbakar, Kerugian Rp1,5 Miliar

Senin, 15 Jun 2026 15:35 WIB
seken h;

Pengusaha Tangsel Terpaksa Perkecil Ukuran Tempe

Senin, 15 Jun 2026 15:32 WIB
Atlet Bisa Kuliah Gratis, KONI Kabupaten Tangerang Gandeng Tanri Abeng University dan Politeknik Ismet Iskandar

Atlet Bisa Kuliah Gratis, KONI Kabupaten Tangerang Gandeng Tanri Abeng University dan Politeknik Ismet Iskandar

Senin, 15 Jun 2026 15:04 WIB
IMG_0887

Stasiun Batuceper dan Terminal Poris Plawad akan Terhubung Sky Bridge

Senin, 15 Jun 2026 13:53 WIB

Bahkan, dalam nada yang lebih keras, ia menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk pengkhianatan terhadap prinsip demokrasi yang telah diperjuangkan sejak reformasi. Meski mengangkat isu sensitif, jalannya aksi berlangsung relatif kondusif. Aparat keamanan tampak berjaga di sekitar lokasi, namun tidak ada gesekan berarti antara petugas dan massa aksi. Elwin memastikan bahwa tidak ada intimidasi yang terjadi selama aksi berlangsung. “Tidak ada intimidasi, semua berjalan lancar,” katanya singkat.

Situasi ini menunjukkan bahwa ruang ekspresi publik masih terbuka, setidaknya dalam konteks aksi di daerah. Namun, bagi mahasiswa, hal itu tidak serta-merta menghapus kekhawatiran terhadap kondisi demokrasi secara nasional. Di sisi lain, aksi ini juga mencerminkan konsolidasi kekuatan mahasiswa yang mulai kembali menemukan momentumnya. Kelompok Cipayung, yang selama ini dikenal sebagai forum komunikasi organisasi mahasiswa ekstra kampus, tampak berupaya menghidupkan kembali tradisi gerakan kolektif.

Tidak hanya berhenti pada aksi simbolik, mahasiswa juga menyiapkan langkah lanjutan. Mereka menyatakan siap menggelar aksi dengan skala lebih besar, bahkan hingga ke tingkat nasional, jika tidak ada perkembangan signifikan dalam penanganan kasus ini. “Kalau belum ada perkembangan, kami akan konsolidasi untuk aksi lebih besar di pusat,” ujar Elwin.

Ancaman mobilisasi lanjutan ini menjadi sinyal bahwa tekanan terhadap aparat penegak hukum akan terus ditingkatkan. Mahasiswa tidak ingin kasus ini berakhir tanpa kejelasan, sebagaimana sejumlah kasus kekerasan terhadap aktivis di masa lalu yang menguap tanpa penyelesaian.

Baca Juga: Polisi Temukan Helm Pelaku Terduga Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS

Dalam tuntutan akhirnya, mahasiswa menegaskan bahwa yang paling penting adalah mengungkap dalang utama di balik penyerangan tersebut. Bagi mereka, keadilan tidak akan tercapai jika hanya pelaku lapangan yang dihukum, sementara aktor intelektual tetap bebas. “Harapan kami, otak intelektualnya dibuka ke publik, jangan hanya pelakunya saja,” tutup Elwin.

Seruan itu menggema di tengah hiruk pikuk lalu lintas Kota Tangerang, seolah menjadi pengingat bahwa demokrasi tidak pernah berdiri sendiri. Ia membutuhkan keberanian untuk bersuara—dan keberanian itu, sore itu, datang dari barisan mahasiswa di bawah bayang-bayang Tugu Adipura. (ari)

 

Tags: aktivisDesak Pengusutan Tuntas Kasus Kekerasan Aktivis KontraSMahasiswa Tangerang Turun ke Jalan
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

IMG_20260615_133544
Headline

Tersesat Mencari Sang Ibu, Balita Ditemukan di Dekat TMP Taruna Tangerang

Senin, 15 Jun 2026 13:38 WIB
IMG_20260615_132524
Kota Tangerang

Dua Pelaku Pencurian Rumah Kos dan Motor Dibekuk

Senin, 15 Jun 2026 13:28 WIB
Ketua DPRD Kota Tangerang Berharap Kemen-LH Lakukan Sidak
Bola & Sport

Ketua DPRD Kota Tangerang Optimistis Pertahankan Gelar Juara Umum POPDA dan PEPARPEDA 2026

Senin, 15 Jun 2026 12:29 WIB
BKSAP DPR Minta Kabupaten Tangerang Seimbangkan Investasi dan Pelestarian Lingkungan
Kabupaten Tangerang

BKSAP DPR Minta Kabupaten Tangerang Seimbangkan Investasi dan Pelestarian Lingkungan

Minggu, 14 Jun 2026 21:46 WIB
Kementerian LH Layangkan Gugatan Perdata Rp 27 Miliar Kasus Cisadane
Kabupaten Tangerang

Kementerian LH Layangkan Gugatan Perdata Rp 27 Miliar Kasus Cisadane

Minggu, 14 Jun 2026 19:38 WIB
Apresiasi Pendonor, Pemkab Tangerang Gratiskan Biaya Transfusi Darah di RS
Kabupaten Tangerang

Apresiasi Pendonor, Pemkab Tangerang Gratiskan Biaya Transfusi Darah di RS

Minggu, 14 Jun 2026 19:29 WIB
UMN HUT Satelit News 2026
SARI ASIH Tangerang HUT Satelit News 2026
PARTAI DEMOKRAT DPRD Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
FRAKSI PDI P DPRD Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
DISPORABUDPAR Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
DISPERINDAG Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
DISHUB TANGSEL HUT Satelit News 2026
DINSOS Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
Dinas PERKIM Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
BPBD Kota Tangerang HUT Satelit News 2026
PORDA XII PEPARPEDA IX Kota Cilegon
PT LKM WTP KAB TANGERANG
WTP Kab Tangerang

Berita Pilihan

Aktivis Lingkungan Hidup Tangerang Desak Penetapan Tersangka Kasus Pencemaran Cisadane

Aktivis Lingkungan Hidup Tangerang Desak Penetapan Tersangka Kasus Pencemaran Cisadane

Jumat, 12 Jun 2026 16:44 WIB
MONITORING – Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskoumperindag) Kabupaten Serang, memberikan teguran terhadap sejumlah pedagang di Pasar Baros yang menjual Minyakita, Senin (15/6/2026). (ISTIMEWA)

Jual MinyaKita Diatas HET, Diskoumperindag Beri Peringatan Pedagang Di Pasar Baros

Senin, 15 Jun 2026 13:53 WIB
Kepala Seksi (Kasi) Pengawasan Bidang Bina Konstruksi DPUPR Kabupaten Serang, Dadan Gunawan. (ISTIMEWA)

Retribusi PBG Di Kabupaten Serang Tembus Rp14 Miliar

Minggu, 14 Jun 2026 16:25 WIB
PEMBUKAAN – Suasana acara pembukaan tasyakuran dan ruwat laut Carita 2026, di salah satu hotel dan cottage di kawasan Carita, Rabu (10/6/2026). (ISTIMEWA)

Lestarikan Laut Dan Budaya Melalui Tasyakuran Ruwat Laut Carita 2026

Rabu, 10 Jun 2026 17:21 WIB
LOMBA MARHABA – Salah satu kelompok peserta Marhaba, yang dibuka oleh Kapolresta Serang Kota Kombes Pol. Yudha Satria, dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Selasa, (16/6/2026). (ISTIMEWA)

Lestarikan Tradisi Keagamaan Melalui Lomba Marhaba Di Mapolresta Serang Kota

Selasa, 16 Jun 2026 19:47 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.