Kamis, 21 Mei 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News

TAUD Temukan 16 Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

Oleh Gatot Riswandi Prasetyo
Selasa, 31 Mar 2026 16:49 WIB
Rubrik Nasional
TAUD Temukan 16 Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya (kiri) bersama Ketua Badan Pengurus KontraS Indria Fernida (kanan) dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi III DPR terkait perkembangan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (31/3/2026). (ISTIMEWA)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, JAKARTA—Dugaan keterlibatan 16 pelaku dalam kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, mencuat bersamaan dengan polemik pelimpahan penanganan perkara oleh Polda Metro Jaya ke Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI.

Temuan dugaan keterlibatan 16 orang pelaku tersebut diungkap Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD). “Kami sudah menemukan setidaknya 16 pelaku lapangan,” ujar Direktur LBH Jakarta Fadhil Alfathan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi III DPR RI, Selasa (31/3).

Ketua IM57+ Institute Lakso Anindito menilai jumlah dan karakter pelaku mengindikasikan keterlibatan instrumen negara. “Ada 16 pelaku lapangan yang sudah teridentifikasi dan itu tidak mungkin dilakukan tanpa menggunakan alat intelijen negara,” ujarnya. “Ini adalah operasi intelijen.”

Di tengah temuan tersebut, langkah Polda Metro Jaya justru mengarah berbeda—penanganan perkara dilimpahkan ke Puspom TNI setelah penyelidikan menemukan hanya ada keterlibatan unsur militer. Tidak ada warga sipil yang terlibat dalam kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus.

“Tadi sudah kami sampaikan proses penyerahan kepada Puspom, sudah kami lakukan. Dan sampai dengan proses penyerahan, kami belum menemukan adanya keterlibatan dari sipil sampai dengan proses penyerahan,” ujar Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin dalam forum yang sama.

TNI sebelumnya menyatakan telah mengamankan empat anggotanya yang diduga terlibat, yakni NDP (kapten), SL dan BHW (letnan satu), serta ES (sersan dua). Keempatnya bertugas di satuan Detasemen Markas Badan Intelijen Strategis (Denma BAIS) TNI yang berasal dari Angkatan Laut dan Angkatan Udara.

BeritaTerbaru

Dua Bos Perusahaan Kelapa Sawit Didakwa Rugikan Negara 992 Miliar

Dua Bos Perusahaan Kelapa Sawit Didakwa Rugikan Negara 992 Miliar

Selasa, 19 Mei 2026 06:52 WIB
KPAI Catat 426 Kasus Anak

KPAI Catat 426 Kasus Anak

Senin, 18 Mei 2026 16:37 WIB
Rupiah Terus Melemah, Purbaya: Gak Ada Masalah

Rupiah Terus Melemah, Purbaya: Gak Ada Masalah

Senin, 18 Mei 2026 16:34 WIB
Pesawat Tempur Rafale Hingga Rudal Meteor Resmi Diserahkan Kepada TNI-AU

Pesawat Tempur Rafale Hingga Rudal Meteor Resmi Diserahkan Kepada TNI-AU

Senin, 18 Mei 2026 13:32 WIB

Pelimpahan ini dipersoalkan oleh TAUD, tidak hanya dari sisi prosedur, tetapi juga karena dikhawatirkan menghambat pengungkapan aktor intelektual di balik serangan. Langkah tersebut dinilai prematur dan tidak memiliki dasar hukum dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang KUHAP yang menempatkan Polri sebagai penyidik utama.

“Tidak ada satu pasal pun yang memungkinkan pelimpahan ke penyidik di luar ketentuan,” ujar Dimas Bagus Arya dari KontraS.

Ketua Umum YLBHI Muhammad Isnur menilai pelimpahan dilakukan saat aspek krusial perkara belum terungkap, termasuk dalang dan aliran pendanaan. “Belum terungkap siapa yang menyuruh, aktor intelektual, maupun pendana. Ini yang kami sesalkan,” ujarnya.

Di sisi lain, TAUD juga menyoroti minimnya transparansi setelah pelimpahan ke Puspom TNI. “Kami khawatirkan ada celah manipulasi penegakan hukum,” kata Dimas.

YLBHI dan KontraS mendorong pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) independen untuk menembus hambatan pengungkapan, sekaligus mencegah penyempitan perkara hanya pada pelaku lapangan. “Kami khawatir upaya yang berkembang mengarah pada pelokalisiran pada empat pelaku saja,” ujar Isnur.

Desakan pembentukan TGPF juga diarahkan kepada Presiden, mengingat adanya hambatan legal formal dan politis dalam penanganan kasus. Selain itu, mereka mendorong agar perkara tetap diadili di peradilan umum guna membuka fakta lebih luas serta melindungi saksi.

Kuasa hukum korban, Airlangga Julio, menyebut hingga kini belum ada informasi perkembangan penyidikan yang diterima pihaknya. “Sampai saat ini kami tidak menerima SP2HP atau informasi apa pun,” ujarnya, seraya menegaskan perkara secara hukum masih berada dalam ranah peradilan umum.

Andrie Yunus disiram air keras pada 12 Maret lalu sepulang dari diskusi di kantor YLBHI. Hingga kini, ia masih dirawat intensif di ruang high care unit (HCU) Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat.

Kepala Divisi Pemantauan Impunitas KontraS, Jane Rosalina mengatakan, Andrie Yunus sudah menjalani dua kali tindakan operasi pada pekan lalu. “Dan minggu ini sedang ada observasi dan lain sebagainya,” ujar Jane di Kantor Komnas HAM, Menteng Jakarta Pusat, Selasa (31/3/2026).

Jane melanjutkan, sejumlah tindakan medis maupun perawatan intensif untuk penanganan luka bakar akibat siraman air keras masih dijalani oleh Andrie Yunus. Perawatan intensif juga dilakukan untuk mata kanan Andrie Yunus. “Perawatan intensif ini tidak hanya dalam satu waktu saja tetapi akan berkala. Jadi kami mohon doanya,” tutur Jane.

Hingga kini kondisi Andrie belum menunjukkan perbaikan signifikan meski telah lebih dari dua pekan dirawat. Selama menjalani perawatan di ruang high care unit (HCU), Andrie tidak dapat dijenguk oleh pihak luar. Kekhawatiran infeksi dan kondisi medis lainnya menjadi alasan pembatasan kunjungan. (rmg/xan)

Tags: air kerasaktivisTAUD
ShareTweetKirimShareShareKirim

Berita Terkait

Fokus Haji Geser ke Armuzna, Semua Jemaah Reguler Sudah di Makkah
Nasional

Fokus Haji Geser ke Armuzna, Semua Jemaah Reguler Sudah di Makkah

Minggu, 17 Mei 2026 17:21 WIB
IMG_20260516_181130
Nasional

Sahroni Minta Polisi Tindak Tegas Begal dengan Tembakan Terukur

Sabtu, 16 Mei 2026 18:16 WIB
IMG_20260516_141130
Nasional

WNA Diisolasi di RSPI, Pemerintah: Hantavirus Tak Mudah Menular

Sabtu, 16 Mei 2026 14:14 WIB
Target 226 Titik Koperasi Desa Merah Putih di Lebak Tuntas Juli
Nasional

Prabowo Resmikan 1.000 Koperasi Merah Putih Usai Hadiri Peresmian Museum Marsinah

Sabtu, 16 Mei 2026 11:21 WIB
Jaksa Ajukan Tuntutan Maksimal, Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara dan Ganti Rugi Rp 5,6 Triliun
Nasional

Jaksa Ajukan Tuntutan Maksimal, Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara dan Ganti Rugi Rp 5,6 Triliun

Kamis, 14 Mei 2026 08:19 WIB
Andrie Yunus Tolak Oditur Militer
Nasional

Andrie Yunus Tolak Oditur Militer

Selasa, 12 Mei 2026 20:12 WIB
Penghargaan Paritrana Award Kab Taangerang
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Ir. Bambang Sapto Nurjahja, MM., MT)
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Dra. Ratih Rahmawati, MM)
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Hendri Hermawan, SH., M.Si)

Berita Pilihan

Barcelona Sempurna di Laga Kandang Terakhir

Barcelona Sempurna di Laga Kandang Terakhir

Senin, 18 Mei 2026 16:45 WIB
Kapolres Metro Tangerang Kota Raden Muhammad Jauhari. (ISTIMEWA)

Polisi Update Kasus Kekerasan Seksual di Cipondoh, Ivan Masih Diburu

Jumat, 15 Mei 2026 16:55 WIB
Warga Cipeucang Keberatan Harga Pembebasan Lahan untuk PSEL Tangsel

Warga Cipeucang Keberatan Harga Pembebasan Lahan untuk PSEL Tangsel

Selasa, 19 Mei 2026 09:08 WIB
Kecepatan Penanganan Jadi Penentu Keselamatan Pasien Aorta Kompleks

Kecepatan Penanganan Jadi Penentu Keselamatan Pasien Aorta Kompleks

Selasa, 19 Mei 2026 20:26 WIB
Pastikan Bebas PMK, 96 Petugas Periksa 35 Ribu Hewan Kurban di Kabupaten Tangerang

Pastikan Bebas PMK, 96 Petugas Periksa 35 Ribu Hewan Kurban di Kabupaten Tangerang

Minggu, 17 Mei 2026 19:34 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.