SATELITNEWS.COM, JAKARTA–Polisi menemukan satu helm berwarna hitam yang diduga milik pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus di kawasan Jalan Salemba I, Jakarta Pusat. Polisi juga menduga serangan tersebut dilakukan oleh empat orang yang menggunakan dua sepeda motor.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin mengatakan dugaan keterlibatan empat orang itu diperoleh dari hasil analisis rekaman kamera pengawas di sejumlah titik di sekitar lokasi kejadian.
Penyidik sejauh ini telah menganalisis 2.610 rekaman video CCTV dari 86 titik kamera pengawas dengan total durasi sekitar 10.320 menit.
“Ada 2.610 gambar dalam bentuk video dengan durasi 10.320 menit sehingga butuh waktu beberapa hari untuk menganalisa digital kamera CCTV yang dilintasi pelaku,” kata Iman dalam konferensi pers, Senin (16/3).
Dari rekaman tersebut, polisi menduga para pelaku telah mengikuti pergerakan korban sebelum serangan terjadi. Empat orang yang menggunakan dua sepeda motor itu terlihat menunggu korban di depan gerai KFC Cikini, Jakarta Pusat.
“Diduga empat orang terduga pelaku yang menggunakan dua sepeda motor menunggu korban di depan KFC Cikini,” ujar Iman.
Setelah itu para pelaku membuntuti korban yang bergerak dari arah Jalan Diponegoro menuju kawasan Salemba. Penyidik menduga aksi penyiraman dilakukan saat korban melintas di Jalan Salemba I.
Polisi juga menelusuri rute pelarian para pelaku setelah serangan terjadi. Berdasarkan analisis CCTV, dua sepeda motor yang digunakan pelaku bergerak ke arah berbeda.
Salah satu sepeda motor melarikan diri dengan melawan arus di Jalan Salemba Raya menuju kawasan Senen. Dari sana mereka bergerak ke Jalan Kramat Raya menuju Tugu Tani, kemudian ke arah Stasiun Gondangdia hingga memasuki wilayah Jakarta Selatan.
Sementara sepeda motor lainnya kabur menuju Jalan Pramuka Sari 2 ke arah Matraman. Pergerakan mereka kemudian terpantau menuju Jatinegara hingga ke Jalan Otto Iskandardinata di Jakarta Timur.
Dalam perjalanan pelarian itu, polisi juga menduga salah satu pelaku sempat mengganti pakaian sebelum melanjutkan perjalanan.
“Setelah kejadian salah satu pelaku diduga mengganti pakaian sebelum melanjutkan perjalanan dalam pelariannya,” kata Iman.
Hasil analisis alat komunikasi yang dipadukan dengan rekaman CCTV menunjukkan para pelaku kemudian berpencar menuju beberapa wilayah, di antaranya Kalibata, Ragunan, hingga Bogor.
Sementara itu Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold Hutagalung mengatakan helm hitam yang ditemukan di sekitar lokasi kejadian diduga digunakan oleh pelaku saat menjalankan aksinya.
“Helm diduga milik pelaku didapatkan di Jalan Salemba 1 menuju ke RSCM,” kata Reynold.
Helm tersebut dinilai sesuai dengan yang terlihat dalam rekaman CCTV saat pelaku mengendarai sepeda motor. Polisi telah mengirimkan barang bukti itu ke Pusat Identifikasi Bareskrim Polri dan Pusat Laboratorium Forensik Polri.
“Pengiriman barang bukti helm milik pelaku ke Pusident Bareskrim Polri untuk mendapatkan sidik jari dan ke Puslabfor Polri untuk mendapatkan DNA yang diduga milik pelaku,” ujarnya.
Sebelumnya, ditempat yang sama Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri mengatakan pihaknya akan mengusut tuntas kasus dugaan penyiraman air keras ini. Asep mengatakan kasus ini akan ditangani secara transparan dan profesional sesuai dengan perintah Presiden Prabowo Subianto.
“Kami menegaskan bahwa Polda Metro Jaya berkomitmen menangani perkara ini secara profesional, transparan, dan akuntabel. Langkah tersebut dilaksanakan sesuai arahan Presiden serta instruksi Bapak Kapolri agar seluruh tahapan berjalan profesional, transparan dan diproses hingga tuntas,” ujar dia.
Di sisi lain, Komisi III DPR RI menyatakan akan memanggil kepolisian dan sejumlah pihak terkait untuk membahas perkembangan penanganan kasus tersebut. “Kemungkinan raker terdekat setelah Lebaran. Kita akan undang Polri, pihak-pihak terkait, termasuk mungkin LPSK juga dan KontraS,” kata Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman di kompleks parlemen, Jakarta.
Ia mengatakan Komisi III memberikan ruang bagi kepolisian untuk bekerja mengungkap pelaku, namun menegaskan bahwa DPR menaruh perhatian serius terhadap kasus tersebut.
Serangan terhadap Andrie Yunus sendiri terjadi pada Kamis (12/3) malam sekitar pukul 23.37 WIB di kawasan Jalan Salemba I–Talang, Senen, Jakarta Pusat. Peristiwa itu terjadi setelah Andrie menghadiri acara podcast bertajuk “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI).
Saat melintas di kawasan tersebut, dua orang pelaku yang berboncengan menggunakan sepeda motor diduga menghampiri korban dari arah berlawanan. Salah satu pelaku kemudian menyiramkan cairan yang diduga air keras ke arah Andrie. Akibat serangan tersebut, Andrie mengalami luka bakar sekitar 24 persen pada beberapa bagian tubuh. (rmg/xan)