SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Kebakaran melanda lapak kayu yang disertai tumpukan limbah ban di Jalan Dipati Unus, Kota Tangerang, Rabu (15/4/2026). Api sempat menimbulkan asap pekat yang menyengat, namun berhasil dikendalikan petugas tanpa korban jiwa.
Peristiwa kebakaran terjadi di Jalan Dipati Unus No. 82, RT 003/02, Kelurahan Cibodas, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang, saat aktivitas tengah berlangsung.
Kasi Kedaruratan BPBD Kota Tangerang, Sarpa Wasesa, mengatakan objek yang terbakar berupa lapak kayu yang di dalamnya juga terdapat limbah ban.. “Objek yang terbakar adalah lapak kayu dan sebagian ada limbah ban juga,” ujar Sarpa saat ditemui di lokasi.
Hingga proses pemadaman berlangsung, pihak BPBD belum dapat memastikan jumlah pasti lapak yang terdampak. Petugas masih fokus melakukan penanganan di lokasi kejadian. “Untuk sementara ini kita belum tahu lapaknya ada berapa, dan anggota tetap melakukan pemadaman,” katanya.
Terkait penyebab kebakaran, Sarpa menyebut masih dalam proses penelusuran lebih lanjut. “Dugaan sementara belum diketahui, nanti setelah ini mungkin bisa ditelusuri kembali,” jelasnya.
Meski sempat memicu kepanikan warga akibat asap tebal dari pembakaran ban, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden tersebut.“Untuk korban tidak ada,” tegasnya.
Baca Juga: Api Lahap Dua Bengkel di Jalan Otista Raya Ciputat, Diduga Dipicu Korsleting Listrik
Ia juga memastikan tidak terdapat bahan kimia berbahaya di lokasi, namun keberadaan limbah ban membuat asap yang ditimbulkan cukup menyengat. “Untuk bahan kimia tidak ada, yang ada ban cukup banyak, jadi asapnya cukup menyakitkan ke hidung,” ungkap Sarpa.
Dalam penanganan kebakaran ini, BPBD Kota Tangerang mengerahkan sekitar 40 personel serta 10 unit armada pemadam kebakaran. Penanganan juga dibantu oleh sejumlah pos, di antaranya Mako, Cibodas, Periuk, dan Kronjong. “Untuk personel sekitar 40, dibantu oleh Mako, Cibodas, Periuk, dan Kronjong. Armada total ada 10 unit,” jelasnya.
Petugas sempat mengalami kendala dalam proses pemadaman akibat keterbatasan sumber air yang cukup jauh dari lokasi kejadian. “Kendalanya air, karena sumber air cukup jauh,” ujarnya.
Meski demikian, api berhasil dikuasai dan saat ini petugas tengah melakukan proses pendinginan guna memastikan tidak ada titik api yang kembali muncul. “Untuk saat ini api sudah dikuasai dan tahap pendinginan,” tutup Sarpa.
BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi kebakaran, terutama di area yang menyimpan material mudah terbakar seperti kayu dan limbah ban, terlebih saat aktivitas berlangsung. (made)




























