SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Upaya memperluas jangkauan sekolah gratis di tingkat SD dan SMP swasta terus digenjot Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang. Pada 2026 ini, sebanyak 240 sekolah swasta digandeng untuk terlibat dalam program tersebut.
Ekspansi ke sekolah-sekolah swasta ini dilakukan secara intensif oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang sebagai bagian dari langkah strategis menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
Kepala Bidang SMP pada Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Dedy Haryanto, mengatakan bahwa pada 2026 pihaknya telah menggandeng 174 SMP swasta untuk menjalankan program sekolah gratis di wilayah tersebut. Angka ini mencakup hampir separuh dari total 349 SMP swasta yang tersebar di Kabupaten Tangerang.
“Di tahun 2026 ini, terdapat 174 SMP swasta yang sudah siap bekerja sama dalam menjalankan program sekolah gratis di Kabupaten Tangerang,” kata Dedy Haryanto kepada Satelit News, Rabu (15/4/2026).
Menurut Dedy, program sekolah gratis yang digencarkan pemerintah daerah bukan sekadar imbauan di atas kertas, melainkan program nyata yang telah berjalan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang berdaya saing tinggi. Pemerintah Kabupaten Tangerang juga telah menyiapkan skema bantuan dana sebesar Rp1,8 juta per siswa setiap tahunnya.
“Dana tersebut dialokasikan untuk mensubsidi biaya pendidikan di sekolah-sekolah swasta yang telah berkomitmen menjalin kemitraan. Intervensi ini bertujuan untuk meringankan beban orang tua. Dengan bantuan Rp1,8 juta per siswa per tahun, kami ingin sekolah swasta yang ikut program ini benar-benar bisa diakses tanpa memberatkan masyarakat,” ujarnya.
Baca Juga: Disnaker Kabupaten Tangerang Bakal Gelar Corporate Awards 2026, Pendaftaran Masih Dibuka
Langkah merangkul pihak swasta ini bukan tanpa alasan. Pertumbuhan penduduk yang pesat di wilayah penyangga ibu kota membuat daya tampung sekolah negeri kian terbatas, sehingga peran sekolah swasta menjadi krusial dalam pemerataan akses pendidikan.
“Kita tidak bisa menutup mata bahwa infrastruktur masih menjadi tantangan. Kekurangan 39 persen ruang kelas, khususnya di SMP negeri, adalah angka nyata yang sedang kami upayakan solusinya secara bertahap,” tambah Dedy.
Sembari menunggu pembangunan dan rehabilitasi ruang kelas di sekolah negeri, sekolah swasta hadir sebagai mitra untuk menampung lonjakan peserta didik. Dengan adanya subsidi dana pendidikan ini, stigma bahwa sekolah swasta mahal diharapkan perlahan memudar.
“Fokus utama kini beralih pada kualitas pengajaran, bukan lagi pada bagaimana cara membayar SPP setiap bulan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang SD pada Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Dilly Windu, menambahkan bahwa untuk tingkat SD pada 2026 telah terverifikasi sebanyak 66 SD swasta yang siap berkolaborasi dalam program sekolah gratis.
“Untuk tingkat SD sebanyak 66 sekolah, sehingga total saat ini kurang lebih sekitar 240 sekolah tingkat SD dan SMP,” katanya. (alfian/aditya)
Baca Juga: Kapolresta Tangerang Dorong Generasi Muda Jadi Pelopor Kamtibmas

















