SATELITNEWS.COM, LEBAK–Tragedi memilukan terjadi di Kecamatan Maja. Dua bocah yang masih duduk di bangku TK dan SD asal Kampung Pasirmakam, Desa Mekarsari, dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam di area proyek sodetan Bendungan Karian, Selasa (14/4/2026) sore.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diketahui berinisial MF, seorang anak laki-laki yang masih duduk di bangku taman kanak-kanak, serta RN, siswi kelas 1 sekolah dasar. Keduanya diduga tengah bermain di sekitar lokasi proyek sebelum akhirnya terperosok ke dalam galian sodetan yang terisi air kala itu diguyur hujan cukup deras.
Relawan BPBD Kecamatan Maja, Afif Sahro Afifi, kepada SatelitNews.Com, membenarkan peristiwa nahas tersebut. Menurutnya, kondisi galian yang cukup dalam ditambah derasnya arus air saat hujan membuat korban tidak mampu menyelamatkan diri. “Betul, keduanya tenggelam di area tersebut saat asyik bermain,” ujar Afif melalui sambungan teleponnya, Rabu (15/4/2026).
Ia menjelaskan, lokasi kejadian merupakan bagian dari proyek sodetan Bendungan Karian yang direncanakan untuk mengaliri wilayah Tangerang. Minimnya pengamanan di area berbahaya diduga menjadi faktor risiko dalam insiden tersebut. “Kedua korban telah dimakamkan oleh pihak keluarga. Pemerintah daerah melalui Kadisdik Dodi Irawan juga telah mendatangi rumah duka dan memberikan santunan kepada keluarga korban,” imbuhnya.
Di sisi lain, Ketua Umum Koordinator Kumala, Rohimin, mengecam keras kejadian tersebut. Ia menilai insiden ini sebagai bentuk kelalaian dalam penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di proyek yang berada di bawah naungan BBWSC Banten. “Dua anak meninggal dunia di lokasi proyek. Kami mengecam BBWSC Banten dan mempertanyakan penerapan K3. Seharusnya ada pengamanan yang jelas agar kejadian seperti ini tidak terulang,” tegasnya.
Menurut Rohimin, proyek infrastruktur wajib dilengkapi sistem pengamanan, seperti pembatas area berbahaya, pengawasan, serta rambu peringatan, terlebih jika berada di dekat permukiman warga. “Ini menjadi perhatian serius. Kami menduga ada kelalaian dari aspek keselamatan proyek. Kami meminta BBWSC segera memberikan klarifikasi kepada masyarakat, khususnya keluarga korban,” katanya. Kumala juga menyatakan akan melayangkan aksi apabila dalam waktu dekat tidak ada tanggapan dari pihak terkait.(mulyana)
Baca Juga: Air Bendungan Karian Surut, Kampung Somang di Lebak “Hidup Lagi”
























