SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Anggota Komisi IV DPRD Kota Tangerang, Edi Suhendi, menyampaikan keprihatinan atas hilangnya mesin pompa penyedot banjir milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Tangerang di wilayah Cimone Jaya.
Menurut Edi, keberadaan pompa tersebut sangat vital bagi masyarakat dalam upaya pengendalian banjir di kawasan tersebut.“Kami sangat menyayangkan sekaligus prihatin atas hilangnya mesin pompa penyedot banjir milik Dinas PUPR Kota Tangerang di wilayah Cimone Jaya, Karawaci. Perlu dipahami bahwa alat tersebut bukan sekadar aset pemerintah, tetapi merupakan fasilitas vital yang berkaitan dengan keselamatan dan kenyamanan warga dari ancaman banjir,” ujar Edi.
Politisi Partai Keadilan Sejahtera itu menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterimanya, mesin pompa dengan berat sekitar 150 kilogram tersebut memiliki peran penting dalam mengurangi genangan air di wilayah tersebut. “Mesin dengan berat sekitar 150 kilogram tersebut memiliki peran penting dalam pengendalian genangan air. Kehilangan alat ini tentu berpotensi meningkatkan risiko banjir di lingkungan masyarakat,” jelasnya.
Edi menilai peristiwa ini menunjukkan masih adanya kelemahan dalam sistem pengamanan aset daerah yang perlu segera dievaluasi secara menyeluruh. “Fasilitas publik yang krusial tidak boleh dibiarkan tanpa pengamanan memadai, baik dari sisi pengawasan, penerangan, maupun penggunaan CCTV,” tegasnya.
Sebagai tindak lanjut, Komisi IV DPRD Kota Tangerang mendorong sejumlah langkah tegas. Pertama, pengusutan tuntas oleh aparat penegak hukum agar pelaku segera ditangkap dan diproses sesuai ketentuan yang berlaku. Kedua, percepatan penggantian unit pompa oleh Dinas PUPR mengingat urgensinya bagi masyarakat, terutama dalam menghadapi potensi musim hujan.
Selain itu, ia juga meminta evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan aset daerah, termasuk penempatan petugas, pemasangan CCTV, serta penguatan peran masyarakat dalam pengawasan lingkungan. Peningkatan koordinasi lintas pihak, mulai dari RT/RW, kelurahan, hingga organisasi perangkat daerah (OPD), juga dinilai penting untuk mencegah kejadian serupa.
Baca Juga: Homeschooling Untuk Siswa Miskin, DPRD Tangsel Minta Konsep Dimatangkan
“Kejadian ini harus menjadi pelajaran penting bahwa perlindungan terhadap aset publik merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah harus hadir dengan solusi cepat, sementara masyarakat juga perlu dilibatkan dalam menjaga fasilitas yang ada,” pungkasnya. Edi berharap, pemerintah tidak hanya segera mengganti alat yang hilang, tetapi juga melakukan pembenahan sistem pengamanan secara komprehensif agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. (made)

















