SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Kepala Bidang (Kabid) SD Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pandeglang, Wawan Munawar menyatakan, pihaknya sudah mendapat laporan terkait kondisi SDN Karyabuana 02, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang, yang mengalami kekurangan ruang kelas.
Katanya, tahun 2024 lalu pihaknya sudah mengundang pihak sekolah, untuk pemberkasan usulan Dana Alokasi Khusus (DAK) 2025 dan ternyata DAK tahun 2025 tidak ada, diganti menjadi revitalisasi.
Dari usulan kembali, melalui revitalisasi untuk SDN Karyabuana 02 di tahun 2025, tidak direalisasi oleh pihak Kemendikdasmen.
“Tahun 2026 sekarang, ibu Bupati mengusulkan kembali untuk program revitalisasi sebanyak 600 sekolah dasar (SD), termasuk di dalamnya SD Karyabuana 02. Sampai saat ini, SDN Karyabuana 02 belum terundang oleh Kemendikdasmen (wait n see,red),” kata Wawan, Senin (20/4/2026).
Atas kondisi itu, pihaknya juga mengaku sangat perihatin dan akan menjadi prioritas baik melalui APBD maupun usulan ke APBN.
“InsyaAllah, akan kita kawal terus,” tandasnya.
Baca Juga: Sidak WP, DPRD Pandeglang Canangkan Revisi Perda Pajak Daerah
Diberitakan sebelumnya, Sekolah Dasar Negeri (SDN) Karyabuana 02, di Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang, masih disibukkan dengan persoalan kekurangan ruang kelas.
Akibat minimnya ruang kelas untuk Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), puluhan anak didik SDN Karyabuana 02 itu terpaksa belajar di dalam musola dan ruang kelas darurat.
Kondisi itu, yang akhirnya menyebabkan proses KBM menjadi kurang efektif, dan berdampak pada kenyamanan serta motivasi belajar anak didik.
Kepala SDN Karyabuana 02 Siti Ulfah menyatakan, sudah dua tahun puluhan anak didiknya belajar di dalam musola dan ruang kelas darurat.
“Musola dan ruangan itu, awalnya kami bangun bukan untuk dipakai KBM. Tapi, karena tidak ada alternatif lain, sementara ini ya digunakan untuk itu,” kata Siti Ulfah, Kamis (16/4/2026).
Menurut Ulfah, akibat jumlah siswa yang terus bertambah, namun tidak diimbangi dengan ketersediaan fasilitas atau sarana prasarana (sarpras) yang memadai.
Baca Juga: Disdikpora Pandeglang Perpanjang Kebijakan PJJ
Saat ini, ujarnya, jumlah siswa di sekolah tersebut mencapai sekitar 265 orang. Sedangkan, ruang kelas belajar (RKB) yang ada belum mampu menampung seluruh rombongan belajar (Rombel) secara optimal.
“Ada dua rombongan belajar, yang kini terpaksa belajar di musola dan ruang kelas darurat. Kelas 1A dan kelas 2A, masing-masing rombel diisi sekitar 28 siswa,” tambahnya.
Dikatakan Ulfah, pada tahun 2024 lalu pihak sekolah telah mengajukan dan mengusulkan pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) ke Pemerintah Daerah, namun hingga kini belum juga terealisasi.
“Sudah beberapa kali mengajukan ke Dinas Pendidikan Pandeglang, melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). Tahun kemarin itu, janjinya tahun ini akan dibangun, namun sampe sekarang gak ada. Mungkin gak ada dananya atau sebagainya,” tukasnya.
Ulfah berharap, ada prioritas perhatian dari pemerintah daerah, agar segera menambah ruang kelas. Sehingga, kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dengan lebih nyaman, lebih aman dan lebih layak.
“Saya hanya ingin mendapatkan fasilitas, sarana dan prasarana yang lebih baik dari pemerintah daerah, provinsi ataupun pusat. Terutama kepada Bapak Presiden Prabowo, jangan sampai anak-anak belajar seperi sekarang ini, di musola dan ruang kelas darurat,” harapnya.
Sementara, seorang pelajar kelas 2A SDN Karyabuana 02, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang, Daffa, mengaku sangat tidak nyaman saat mengikuti KBM di musola.
“Sering keganggu, panas, duduknya saja berdesak – desakan. Pengen cepet pindah ke kelas biasa, seperti yang lain. Supaya belajarnya lebih tenang,” singkatnya, diamini beberapa pelajar lainnya.
Bahkan para pelajar juga mengaku, kerap pegal – pegal usai belajar. Karena, posisi duduk atau suasana belajar yang tidak semestinya. (mardiana)
























