SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Antusiasme pasar terhadap hunian modern di BSD City terus menunjukkan tren positif. Hal ini tercermin dari kesuksesan penjualan klaster IZZI yang mencatatkan lebih dari 100 unit terjual sejak diluncurkan pada November 2025.
Mengacu pada proyeksi Leads Property Services Indonesia, pasar rumah tapak pada 2026 diperkirakan tetap tumbuh dengan kenaikan permintaan sekitar 5–6 persen secara tahunan (year on year/yoy). Optimisme ini sejalan dengan respons konsumen terhadap proyek IZZI yang hadir sebagai solusi hunian urban fungsional dengan harga di bawah Rp2 miliar.
Mengusung konsep “Easy and Smart Living”, IZZI menawarkan hunian modern yang terintegrasi dengan berbagai fasilitas utama, mulai dari kawasan bisnis, pusat pendidikan, hingga pusat gaya hidup dan hiburan di BSD City.
Vice President of Residential BSD Sinar Mas Land, Kelvin Bryant Suhendra, mengatakan tingginya minat konsumen terlihat sejak tahap pertama peluncuran.
“Kami melihat respons pasar yang sangat positif terhadap IZZI tahap pertama, tercermin dari tingkat penyerapan yang solid sejak awal peluncuran pada akhir 2025. Fenomena menarik turut terlihat dari profil pembeli IZZI yang berasal dari kalangan milenial untuk hunian pertama, hingga generasi baby boomer yang membeli unit sebagai bentuk investasi sekaligus hadiah bagi anak-anak mereka,” ujarnya kepada Satelit News, Kamis (16/7/2026)
Menurutnya, tren tersebut mencerminkan kepercayaan terhadap potensi jangka panjang proyek IZZI. Dengan capaian tersebut, Sinar Mas Land kini tengah mempersiapkan peluncuran fase kedua yang dijadwalkan pada akhir April 2026.
Baca Juga: Benyamin Davnie Minta Pengawasan Terhadap ASN Tangsel Diperketat
“Peluncuran ini diharapkan dapat melanjutkan momentum kuat dari permintaan tinggi di fase pertama, sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat akan hunian modern, praktis, dan terjangkau di tengah kawasan premium BSD City,” tambahnya.
Pada fase pertama, klaster IZZI menawarkan dua tipe unit, yakni Tipe 5 dengan luas tanah 55 meter persegi dan luas bangunan 80 meter persegi, serta Tipe 6 dengan luas tanah 72 meter persegi dan luas bangunan 99 meter persegi. Unit tersebut dipasarkan mulai dari Rp1,4 miliar dengan desain yang mengedepankan optimalisasi ruang serta pencahayaan alami.
Dibangun di atas lahan seluas 4,8 hektare, klaster ini juga dilengkapi berbagai fasilitas komunal seperti EV charging station, jogging track, public playground, dan zen garden yang menunjang keseimbangan antara aktivitas dan relaksasi.
Tak hanya sebagai hunian, IZZI juga menjadi pintu masuk menuju ekosistem BSD City yang terus berkembang. Lokasinya berdekatan dengan berbagai pusat perbelanjaan dan hiburan seperti Eastvara, GrandLucky Superstore, The Barn, QBig, AEON Mall, The Breeze, hingga Pasar Modern Intermoda.
Dari sisi pendidikan, kawasan ini dikelilingi sejumlah institusi mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi, di antaranya Genesis School, IPEKA, Jakarta Nanyang School, Sinarmas World Academy, Universitas Prasetiya Mulya, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, hingga Monash University.
Sementara itu, fasilitas kesehatan juga mudah diakses, seperti Eka Hospital dan rumah sakit yang akan segera hadir, yakni RS Mitra Keluarga.
Baca Juga: Wanita di Ciputat Timur Berulang Kali Jadi Korban Orderan Fiktif Ojek Online
Secara lokasi, IZZI terhubung langsung dengan sejumlah ruas tol utama, seperti Tol Serpong–Balaraja (Serbaraja) Seksi 1A dan 1B, Tol Jakarta–Serpong yang terintegrasi dengan Tol JORR 1, serta jaringan Tol JORR 2. Akses juga tersambung dengan Tol Jakarta–Cikampek (Japek) dan Tol Jagorawi.
Mobilitas penghuni turut didukung transportasi publik, mulai dari bus BSD Link, feeder bus BSD City, hingga KRL Commuter Line melalui Stasiun Cisauk di Kawasan Intermoda BSD City dan Stasiun Jatake di Kawasan Hiera. (aditya)





















