SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Karena harga jual tak sesuai dengan bandrol yang menempel di produknya, sejumlah pedagang di Pasar Badak Pandeglang enggan menjual MinyaKita.
Bukan produknya tidak ada, tapi karena pedagang mengaku kerap berdebat dengan pembeli soal harga jual dan bandrol yang menempel di plastik MinyaKita tersebut.
Seorang pedagang, Aas mengaku, dirinya sering dikomplain pembeli atau pelanggannya, karena menjual MinyaKita diatas harga bandrol yang menempel di plastiknya.
“Di bandrolnya sudah ada, tertulis Rp14.500. Sedangkan kita sekarang harga jual sudah Rp21.000,” kata Aas, Rabu (29/4/2026).
Makanya, kata dia, sekarang kalau ada yang menanyakan baru MinyaKita dijual. Tetapi, kalau tidak ada yang menanyakan, ya tidak diberikan.
Wanita berjilbab ini mengaku, tidak semua pembeli paham atau mengerti dengan kondisi tersebut. Dan kebanyakan, pembeli yang tidak mengerti, sehingga selalu komplain.
Baca Juga: Babinsa Koramil 0101/Pandeglang Monitoring Penyaluran Bantuan Pangan Beras untuk 965 KPM
Pedagang lainnya, Agus mengaku, sudah beberapa minggu ini dirinya tidak menjual MinyaKita. Karena, enggan berdebat dengan pembeli atau pelanggan.
“Kita saja beli harganya sudah diatas Rp18.000. Makanya, enggak mungkin menjual sesuai bandrol yang ada. Otomatis menjual dengan harga diatas itu,” pungkasnya.
Diakuinya pula, sejauh ini ia dan beberapa pedagang lainnya enggan menjual MinyaKita. Barangnya ada, tapi tidak dipajang seperti minyak – minyak yang lain.
“Kalau minyak merek lain, saya pajang. Kalau MinyaKita enggak berani majangnya, daripada harus ribut terus dengan pembeli,” tuturnya. (mardiana)
























