SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Cuaca ekstrem masih menjadi ancaman. Khususnya, di titik – titik rawan bencana, di Kabupaten Pandeglang. Seperti, angin puting beliung yang menerjang Kampung Sudimara, Desa Curuglanglang, Kecamatan Munjul, Kabupaten Pandeglang, Rabu (29/4/2026) sore.
Akibat musibah itu, mengakibatkan puluhan batang pohon tumbang dan menimpa jaringan kabel listrik PLN, serta beberapa kanopi rumah, atau bangunan rusak.
Informasi yang dihimpun, musibah angin puting beliung kali ini menerjang kawasan hutan yang jauh dari permukiman. Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Kabupaten Pandeglang, belum menerima laporan adanya dampak kerusakan rumah atau fasilitas umum lainnya.
Ketua Forum Komunikasi Kampung Siaga Bencana (KSB) Provinsi Banten, Beni Madsira mengatakan, dirinya telah menerima laporan adanya musibah angin puting beliung.
“Dampaknya, menerjang kawasan hutan antara Munjul dengan Desa Curuglanglang. Ini jauh dari permukiman,” katanya, Rabu (29/4/2026).
Jadi, untuk laporan rumah rusak tambahnya, belum menerima. Hanya saja, berdampak pada jaringan jalur listrik, serta pepohonan yang tumbang.
Baca Juga: Sidak WP, DPRD Pandeglang Canangkan Revisi Perda Pajak Daerah
“Jaringan kabel PLN kena dampak, karena tertimpa pohon tumbang. Banyak pohon besar tumbang,” tandasnya.
Sementara, Sekretaris BPBDPK Kabupaten Pandeglang Nana Mulyana mengatakan, dari hasil assesment lapangan sementara belum menerima laporan rumah kena dampak angin puting beliung.
“Yang kena dampak, jaringan kabel listrik. Serta banyak pohon tumbang,” tandasnya.
Saat ini, menurut Nana, ia masih melakukan asessment lapangan. Dari petugas PLN, sedang melakukan penanganan jaringan kabel dan tiang yang roboh.
“Karena ada yang roboh dan patah, akibat tertimpa pohon,” tukasnya.
Pihaknya juga mengimbau masyarakat sekitar, untuk tetap waspada dan lebih berhati-hati. Khawatir musibah tersebut kembali melanda, mengingat prediksi cuaca ekstrem masih kemungkinan terjadi.
Baca Juga: UPT Puskesmas Bojong Pandeglang Bahas Kesehatan Masyarakat
Masyarakat diimbau, untuk tidak berteduh di bawah pepohonan saat hujan deras disertai angin kencang terjadi. Sebaiknya, berlindung di dalam rumah, atau tempat lain yang dianggap lebih aman.
“Kami juga terus berkoordinasi dengan aparatur desa dan kecamatan, untuk mengambil tindakan cepat jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan,” imbuhnya. (mardiana)
























