SATELITNEWS. COM, TANGERANG–Sebanyak 36 pelajar di wilayah Cirumpak, Kecamatan Kronjo Kabupaten Tangerang diduga mengalami keracunan setelah mengkonsumsi makanan bergizi gratis (MBG) yang dikelola satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG), Rabu (29/4).
Kapolsek Kronjo, Iptu Bayu Sujatmiko mengatakan, bahwa kejadian dugaan keracunan itu terjadi pada Rabu (29/4) lalu, disekolah tingkat SMP, PAUD, dan SMA di wilayah Cirumpak, Kecamatan Kronjo.
“Korbannya dari siswa SMP, PAUD sampai tingkat SMA ada,” kata Kapolsek Kronjo, IPTU Bayu Sujatmiko, Kamis (30/4).
Baca Juga: Jalan Pisangan Pakuhaji Dibongkar Lagi, Tak Sesuai Spesifikasi
Bayu menjelaskan, berdasarkan laporan yang diterima, para korban sempat mengalami gejala mual, muntah, pusing, dan diare setelah pulang dari sekolah dan menyantap makanan MBG yang diterima pada hari tersebut. Orangtua kemudian membawa para korban ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
“Setelah menerima informasi adanya korban yang mengalami mual, muntah, pusing, dan diare usai mengonsumsi MBG, Unit Intel Polsek Kronjo langsung melakukan penyelidikan dan pulbaket,” terangnya.
Bayu mengatakan menu MBG yang dibagikan pada hari itu terdiri dari makaroni telur, tahu, bakso, wortel, dan buah melon. Dimana, program MBG tersebut didistribusikan kepada 2.820 penerima manfaat yang tersebar di sejumlah sekolah, PAUD, serta kelompok ibu hamil dan balita di wilayah Kecamatan Kronjo.
Baca Juga: Ambil Motor yang Tertinggal di Cikupa, Anggota Gangster Ditangkap Warga
Bayu mengatakan korban diduga mengalami keracunan akibat makanan jenis makaroni yang telah diolah sejak Selasa malam (28/4/2026) sekitar pukul 22.00 WIB sehingga terpapar bakteri.
“Dugaan sementara dari ahli gizi, makanan makaroni yang dimasak sejak malam sebelumnya diduga menjadi penyebab karena kemungkinan sudah terpapar bakteri,” katanya.
Saat ini sampel makanan yang disajikan kepada para penerima manfaat telah diamankan dan dibawa ke Puskesmas Kronjo untuk dilakukan uji laboratorium guna memastikan penyebab pasti kejadian tersebut. Pihak kepolisian bersama tenaga kesehatan juga masih melakukan pendataan terhadap para korban serta memantau kondisi kesehatan penerima manfaat lainnya yang sempat mengonsumsi menu MBG dari dapur SPPG Cirumpak.
Ditempat terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi mengatakan, bahwa dugaan sementara terdapat 36 yang mengalami keracunan MBG. Dan saat ini telah dilakukan penyelidikan epidemiologi.
“Masih dugaan, kita tunggu hasil laboratoriumnya, ” katanya. (alfian)
























