SATELITNEWS. COM, TANGSEL—Genangan air yang kerap merendam Jalan Aria Putra Kecamatan Ciputat Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menuai sorotan publik.
Pemerintah Kota Tangsel menjadi sasaran amarah warga yang geram lantaran genangan air tak hanya menyebabkan banjir namun juga melumpuhkan aktivitas masyarakat akibat kemacetan panjang.
Amukan warga terkait genangan air di Jalan Aria Putra, tepatnya di kawasan Tanah Tingal itu viral di media sosial Threads.
Unggahan tersebut berasal dari akun @haziiz18 yang mengekspresikan kekecewaannya terhadap kinerja Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, dan Wakil Wali Kota, Pilar Saga Ichsan.
Dalam unggahannya, ia menilai belum ada langkah strategis yang diambil pemerintah daerah untuk mengatasi persoalan banjir yang disebut telah terjadi berulang kali, khususnya di sekitar kawasan Tanah Tinggal.
Kritik tersebut juga menyinggung pembangunan kawasan baru yang dinilai tidak diimbangi dengan perbaikan infrastruktur dasar, seperti drainase dan jalan.
Baca Juga: Kerusakan Jalan Teuku Umar Karawaci Akhirnya Diperbaiki
Selain itu, minimnya fasilitas transportasi umum turut menjadi sorotan karena memperparah kemacetan saat kondisi darurat seperti banjir.
Hingga Selasa (5/5) pukul 18.40 WIB, unggahan tersebut telah mendapat lebih dari 2.800 tanda suka, ratusan komentar, serta ratusan kali dibagikan ulang.
Hal ini menunjukkan bahwa keluhan tersebut merupakan mencerminkan keresahan yang dirasakan banyak warga.
Salah satu warga, Desi Eliska mengaku perjalanan pulang menjadi jauh lebih melelahkan dari biasanya akibat kemacetan parah.
Ia menuturkan, perjalanan dari Stasiun Sudimara menuju rumahnya yang biasanya hanya memakan waktu 5 hingga 7 menit dengan sepeda motor, berubah menjadi sekitar 25 menit berjalan kaki.
“Keluar stasiun sekitar pukul 20.10 WIB kemarin malam, kendaraan sudah menumpuk. Ojol tidak ada yang mau ambil, angkot juga tidak bergerak. Akhirnya saya memutuskan berjalan kaki,” ujarnya.
Baca Juga: Lubang di Jalan Raya Cadas Periuk Selesai Ditambal
Menurutnya, kemacetan terjadi karena kendaraan hampir tidak bisa bergerak. Sepeda motor masih dapat melintas di sisi jalan, meski harus bergantian dengan pejalan kaki.
Ia juga menyebutkan bahwa kondisi serupa dialami rekannya yang membutuhkan waktu hingga satu jam untuk menempuh rute yang sama menggunakan motor.
Desi menambahkan, kawasan Tanah Tinggal memang dikenal rawan banjir, terutama di titik-titik tertentu yang drainasenya kerap meluap ke jalan.
Ia menilai, penyebab utama kondisi tersebut antara lain meningkatnya volume kendaraan, sempitnya badan jalan, serta saluran air yang tidak optimal akibat tersumbat dan pembangunan yang masif.
“Jalanan sempit untuk ukuran jalan utama, gorong-gorong kesumbat karena di Tanah Tingal sdah banyak pembangunan yang akhirnya bikin banjir. Ini sudah terjadi dari dulu dan ngga ada perubahan,” katanya.
Sebagai warga, ia berharap adanya perbaikan nyata, terutama dalam jangka pendek seperti pembenahan drainase dan penataan trotoar. Sementara untuk jangka panjang, pelebaran jalan dinilai menjadi solusi penting untuk mengurai kemacetan.
“Buat jangka pendek, drainase dibenerin deh, jangan cuma formalitas menggali drainase tiap berapa bulan sekali tapi ngga ada hasil. Trotoar juga tolong dibanyakin dan dirapikan. Jangka panjangnya, tolonglah itu jalanan dilebarin,” harapnya.
Menanggapi hal ini, Humas Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Tangerang Selatan, Kemal Fauzi, menjelaskan bahwa Jalan Aria Putra di kawasan Tanah Tinggal merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Banten.
“Tanah Tinggal Jalan Aria Putra merupakan jalan dan drainase milik Provinsi Banten, kami sudah sampaikan kejadian genangan tersebut kepada UPJJ Tangerang Dinas PUPR Provinsi Banten,” paparnya.
Ia menambahkan, tindak lanjut penanganan sepenuhnya menjadi tanggung jawab Unit Pelaksana Jalan dan Jembatan (UPJJ) Tangerang dari Dinas PUPR Provinsi Banten.
“Untuk tindak lanjut bisa ditanyakan ke UPJJ penanganan sepenuhnya sesuai kewenangan dari PUPR Provinsi,” pungkas Kemal. (eko)
























