SATELITNEWS.COM, TANGERANG— DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Tangerang mendorong seluruh kadernya terlibat aktif dalam pengelolaan sampah organik berbasis lingkungan sebagai bagian dari gerakan ketahanan pangan di tengah masyarakat.
Wakil Ketua II DPRD Kota Tangerang dari Fraksi PKS, Arief Wibowo, mengatakan sebagian kader PKS selama ini telah terlibat dalam pembentukan dan pengelolaan bank sampah di lingkungan masing-masing.
“Sebagian kader PKS Kota Tangerang secara umum sudah terlibat dalam pembentukan dan pengelolaan bank sampah di lingkungan masing-masing,” ujar Arief saat diwawancarai melalui sambungan WhatsApp, Kamis (21/5/2026), di sela menjalankan ibadah haji.
Menurut Arief, gerakan tersebut diperkuat pada momentum Milad ke-24 PKS. Partainya ingin peringatan hari jadi tidak berhenti sebagai seremoni internal, melainkan menjadi gerakan sosial yang menyentuh langsung masyarakat hingga tingkat akar rumput.
Ia menjelaskan, PKS saat ini mendorong tiga agenda besar di tingkat kader dan masyarakat, yakni ketahanan energi, ketahanan ekonomi, dan ketahanan pangan. Dalam konteks ketahanan pangan, para kader diminta memanfaatkan lahan pekarangan serta lingkungan sekitar untuk ditanami tanaman produktif berbasis komunitas.
“Nah, dalam konteks ketahanan pangan itu, kita menginstruksikan seluruh kader untuk memanfaatkan pekarangan dan lingkungan setempat agar bisa dijadikan lahan membangun ketahanan pangan berbasis komunitas,” katanya.
Arief menilai persoalan sampah organik memiliki keterkaitan erat dengan program tersebut. Ia menyebut komposisi sampah organik di Kota Tangerang mendominasi timbulan sampah harian hingga sekitar 58 persen, namun selama ini belum dikelola secara optimal.
Karena itu, PKS ingin sampah organik yang selama ini terabaikan dapat diolah menjadi pupuk dan media tanam untuk mendukung gerakan ketahanan pangan masyarakat. “Keberadaan sampah organik yang selama ini jarang diperhatikan ingin kita olah dan kelola menjadi bagian dari gerakan ketahanan pangan itu sendiri, yaitu sebagai pupuk dan media tanam,” ujarnya. (ari)