0⁰SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Nasib nahas menimpa seorang pelajar bernama M. Isa Daud (14), warga Kampung Putat, Kelurahan Sindangsari, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah tenggelam saat berenang bersama rekan-rekannya di Situ Danau Cilongok, Desa Sukamantri, Kecamatan Pasar Kemis, pada Rabu (20/5/2026) sore sekitar pukul 16.00 WIB.
Peristiwa bermula ketika korban bersama tiga orang temannya, yakni Yego Dwi Kusuma, M. Rifal Maulana, dan Bagus Alkari Mallah, memutuskan untuk bermain dan berenang di Situ Danau Cilongok sepulang sekolah. Saat sedang asyik berenang, korban nekat bergerak terlalu jauh ke arah tengah danau hingga akhirnya mulai tampak kesulitan bernapas lalu tenggelam.
Melihat situasi berbahaya tersebut, rekan-rekan korban sempat berupaya memberikan pertolongan dengan cara menarik badan korban. Namun, karena kedalaman danau, tubuh korban justru semakin terseret ke tengah dan dengan cepat hilang dari permukaan air. Teman-teman korban kemudian berteriak meminta bantuan warga sekitar, yang selanjutnya segera meneruskan laporan insiden ini ke Mapolsek Pasar Kemis.
”Peristiwa itu terjadi pada Rabu (20/5) sore. Berdasarkan keterangan para saksi, awalnya korban bersama teman-temannya sedang berenang, lalu diduga karena berenang terlalu ke tengah, korban tenggelam,” kata Kapolsek Pasar Kemis, AKP Humaedi kepada Satelit News, Kamis (21/5/2026).
Lanjut Kapolsek, mendapat laporan tersebut, petugas kepolisian langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP). Dibantu oleh warga setempat, pihak Kepolisian dan BPBD Kabupaten Tangerang langsung melakukan penyisiran intensif di sekitar area danau. Setelah beberapa saat pencarian, korban akhirnya berhasil dievakuasi, namun kondisinya sudah dalam keadaan meninggal dunia.
”Setelah dilakukan penyisiran akhirnya korban ditemukan, namun sudah dalam kondisi meninggal dunia,” tukas Humaedi.
Menurut Humaedi, terkait kejadian ini, pihak keluarga korban menyatakan telah mengikhlaskan kepergian almarhum Isa Daud dan menganggap peristiwa tersebut sebagai musibah murni. Keluarga secara resmi menolak evakuasi ke RSUD Balaraja untuk keperluan visum maupun otopsi dengan menandatangani surat pernyataan penolakan di hadapan petugas, serta berjanji tidak akan menuntut pihak mana pun secara hukum.
”Jenazah korban kini telah diserahkan kembali kepada pihak keluarga untuk disemayamkan dan dimakamkan secara keagamaan,” jelasnya.
Sementara itu, Komandan Regu Damkar pada BPBD Kabupaten Tangerang, Safrullah menambahkan, bahwa pihak BPBD menerjunkan perahu karet dan belasan personel untuk melakukan pencarian korban tenggelam di danau tersebut.
”Setelah dilakukan pencarian, korban berhasil ditemukan,” pungkas Safrullah. (alfian/aditya)