SATELITNEWS. COM, LEBAK–Ribuan penumpang memadati Stasiun Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Senin (1/6/2026), seiring berakhirnya libur panjang Iduladha 1447 Hijriah, Hari Raya Waisak, dan Hari Lahir Pancasila. Lonjakan arus balik menuju wilayah Jabodetabek membuat aktivitas di stasiun tersibuk di Lebak itu meningkat signifikan sejak pagi hari.
Stasiun yang menjadi salah satu titik keberangkatan utama menuju wilayah Jabodetabek itu dipadati pengguna Commuter Line sejak pagi hari. Sebagian besar penumpang merupakan warga yang sebelumnya pulang kampung atau menghabiskan masa liburan di sejumlah daerah di Banten.
Kepadatan terlihat di berbagai area pelayanan stasiun, mulai dari pintu masuk, gerbang elektronik tiket, hingga peron keberangkatan. Para penumpang tampak membawa berbagai barang bawaan seperti koper, tas ransel, hingga kardus berukuran besar.
Kepala Stasiun Rangkasbitung, Yudi Sugiar Prawisuda, mengatakan peningkatan jumlah pengguna kereta sudah terlihat sejak akhir pekan. Menurutnya, puncak pergerakan masyarakat terjadi pada Senin seiring berakhirnya masa libur panjang. “Selama periode libur Iduladha yang berlanjut dengan akhir pekan dan Hari Lahir Pancasila, terjadi peningkatan jumlah penumpang yang cukup signifikan. Lonjakan sudah terlihat sejak Sabtu dan Minggu,” kata Yudi.
Ia menjelaskan, pada Sabtu jumlah pengguna Commuter Line tercatat sekitar 40 ribu orang, sedangkan pada Minggu meningkat menjadi sekitar 42 ribu orang. Sementara pada hari terakhir libur panjang, jumlah penumpang diperkirakan mencapai sekitar 82 ribu orang.
Menurut Yudi, mayoritas penumpang menuju Jakarta, Tangerang, Depok, Bekasi, dan sejumlah wilayah penyangga lainnya untuk kembali bekerja maupun menjalankan aktivitas pendidikan. Guna mengantisipasi lonjakan penumpang, pihak stasiun melakukan sejumlah langkah pelayanan, termasuk menambah pengawasan di titik-titik rawan kepadatan dan memastikan fasilitas operasional berjalan normal. “Kami menyiagakan petugas untuk membantu kelancaran arus penumpang serta memastikan pelayanan tetap berjalan dengan baik selama masa arus balik,” ujarnya.
Baca Juga: Perjalanan Kereta Api Dari Stasiun Rangkasbitung Menuju Merak Kembali Normal
Selain menjaga kelancaran operasional, pihak stasiun juga mengingatkan masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan selama berada di area perkeretaapian. Penumpang yang membawa anak-anak diminta lebih waspada agar tidak terpisah dari keluarga saat kondisi stasiun ramai. “Kami mengimbau para pengguna jasa kereta untuk selalu memperhatikan keselamatan diri dan keluarga, terutama yang membawa anak kecil agar tetap dalam pengawasan,” katanya.
Yudi juga mengajak masyarakat memanfaatkan sistem pembayaran non-tunai yang telah tersedia untuk mempercepat proses transaksi dan mengurangi antrean saat masuk ke area stasiun.
Sementara, salah seorang penumpang asal Pandeglang, Ismarni (20), mengaku harus kembali ke Pamulang, Kota Tangerang Selatan, setelah menghabiskan waktu libur bersama keluarga di kampung halamannya “Libur sekitar lima hari di rumah. Hari ini kembali ke Pamulang karena besok sudah mulai kuliah lagi,” ujarnya.
Ia mengaku lebih memilih menggunakan Commuter Line karena dianggap praktis, ekonomis, dan mampu memangkas waktu perjalanan dibandingkan moda transportasi lainnya. “Kalau naik kereta lebih cepat dan stasiunnya juga dekat dari rumah, jadi lebih nyaman untuk bepergian,” tuturnya.
Hingga sore hari, arus penumpang di Stasiun Rangkasbitung masih terpantau ramai. Lonjakan pengguna Commuter Line diperkirakan berlangsung hingga malam seiring masih banyaknya masyarakat yang kembali ke wilayah Jabodetabek usai menikmati libur panjang nasional. (mulyana)

















