SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG — Momentum Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) disejumlah sekolah SD, SMP maupun SMA, dimanfaatkan untuk menggelar sosialisasi mitigasi kebencanaan sejak dini, bagi anak didik baru.
Hal itu dianggap penting, karena Kabupaten Pandeglang merupakan salah satu daerah di Provinsi Banten yang masuk zona merah bencana, baik bencana alam maupun non alam.
Seperti yang dilakukan oleh Taruna Siaga Bencana (Tagana), melalui program Tagana Masuk Sekolah (TMS), pihaknya mensosialisasikan pengetahuan dasar tentang kebencanaan.
Ketua Tagana Kabupaten Pandeglang, Rahmat Baihaki menyatakan, salah satu sekolah yang menjadi sasarannya adalah SMAN 15 Pandeglang.
“Melalui momen MPLS, kami bekerjasama dengan pihak sekolah menyelenggarakan sosialisasi mitigasi kebencanaan dan pengetahuan dasar tentang kebencanaan,” kata Rahmat, Selasa (14/7/2026).
Menurut pria yang akrab disapa Mamat ini, materi yang disampaikan seputar dasar kebencanaan, yaitu mengenal apa itu banjir, apa itu longsor, apa itu kebakaran, apa itu gempa dan jenis bencana lainnya.
Baca Juga: Saat MPLS, Madrasah Al – Latief Pandeglang Gelar Doa Bersama dan Upacara
Dalam penyampaiannya, juga dipaparkan bagaimana mengantisipasi bencana-bencana itu terjadi. Harus bagaimana ketika bencana terjadi, serta hal lainnya yang berkaitan dengan kebencanaan.
“Target kami, bagaimana masyarakat dapat mengevakuasi mandiri ketika terjadi bencana,” tandasnya.
Pembina Tagana Ade Mulyana menambahkan, masyarakat sejak dini harus mengetahui dan memahami jenis bencana alam, non Alam, maupun bencana sosial.
Melalui kegiatan sosialisasi mitigasi kebencanaan, diharapkan para anak didik dapat menyampaikan kembali kepada rekan-rekannya, masyarakat disekitarnya, serta komponen masyarakat lainnya.
“Kita tidak ada yang tahu, kapan bencana alam terjadi. Namun, paling tidak kita dapat meminimalisir dampak dari bencana tersebut,” pungkasnya.
Ketika sosialisasi mitigasi kebencanaan, ujarnya, sebaiknya diberikan pula kegiatan simulasi kebencanaan. Agar anak didik, dapat secara gamblang mendapatkan pengetahuan itu.
Baca Juga: Bupati Dewi Setiani Sebut GAMAS Berdampak Positif Terhadap Perkembangan Anak
Ade juga mengaku, kegiatan serupa akan terus dilakukannya di tempat lain. Artinya, semakin sering sosialisasi mitigasi kebencanaan dilakukan, maka masyarakat atau anak didik semakin termotivasi.
Diakuinya pula, kegiatan itu di dukung oleh Dinsos Provinsi Banten, Dinsos Kabupaten Pandeglang, serta Perkumpulan Boedak Saung.
“Alhamdulillah, anak – anak (pelajar,red) antusias mengikuti kegiatan itu,” imbuhnya. (mardiana)




























