SATELITNEWS.COM, LEBAK – Mencuatnya isu dugaan berkembangnya Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) di Kecamatan Malingping mendorong Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) setempat membentuk Tim Penanggulangan Penyakit Masyarakat (PEKAT). Tim lintas sektor itu disiapkan untuk memperkuat langkah pencegahan melalui patroli, edukasi, hingga pembentukan satgas di tingkat desa.
Keputusan tersebut dihasilkan dalam rapat koordinasi yang dihadiri unsur Forkopimcam, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP), Magrib Mengaji, GP Ansor, aktivis, serta sejumlah tokoh masyarakat.
Camat Malingping, Iman Teguh Budiana mengatakan, seluruh peserta rapat sepakat membentuk Tim PEKAT yang nantinya diketuai Kapolsek Malingping. Saat ini, pembentukan tim tersebut tengah difinalisasi melalui Surat Keputusan (SK) Camat. “Semua peserta rapat sepakat membentuk Tim Penanggulangan Penyakit Masyarakat atau PEKAT. SK Camat sedang dalam proses penyusunan,” kata Iman, Senin (13/7/2026).
Ia menjelaskan, tim tersebut bertugas memetakan titik-titik yang dianggap rawan penyakit masyarakat, melaksanakan patroli secara rutin, melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, serta mengedepankan pendekatan persuasif dalam setiap penanganan. Selain itu, Satgas PEKAT juga akan dibentuk di setiap desa untuk memperkuat pengawasan di tingkat lingkungan.
Iman mengajak masyarakat berperan aktif menjaga lingkungan melalui penguatan ketahanan keluarga dan segera melaporkan apabila menemukan indikasi penyakit masyarakat kepada Forkopimcam, tokoh masyarakat, maupun pemerintah desa. “Yang terpenting, semua upaya dilakukan dengan mengedepankan cara-cara persuasif, tidak anarkis, dan tetap sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.
Sebelumnya, isu dugaan perkembangan LGBT di Malingping sempat menjadi perhatian publik setelah disampaikan oleh kelompok mahasiswa. Menyikapi hal tersebut, Ketua MUI Kecamatan Malingping KH Idin Rosyidin menilai upaya pencegahan perlu dilakukan melalui penguatan peran keluarga, pendidikan, serta pembinaan keagamaan.(mulyana)
Baca Juga: Bupati Dewi Setiani Sebut GAMAS Berdampak Positif Terhadap Perkembangan Anak




























