SATELITNEWS.COM, LEBAK – Hari pertama tahun ajaran baru di SD Negeri 2 Sukadaya, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, Senin (13/7/2026), diawali pemandangan yang tak biasa.
Saat sebagian orang masih bersiap memulai aktivitas, puluhan siswa bersama orang tuanya sudah memadati lingkungan sekolah sejak sebelum fajar.
Mereka datang lebih awal demi mendapatkan posisi duduk terbaik di dalam kelas melalui tradisi “rebutan” bangku atau yang dikenal dengan gaur bangku.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, tradisi tersebut telah menjadi kebiasaan turun-temurun di lingkungan sekolah itu. Bagi sebagian orang tua, letak bangku diyakini turut memengaruhi kenyamanan anak saat belajar.
Tak heran, kursi di barisan depan menjadi incaran karena dianggap membuat siswa lebih mudah memperhatikan penjelasan guru.
Salah seorang siswa baru kelas I, Ikbal (7), mengaku harus berangkat dari rumah sejak pukul 05.00 WIB agar tidak kehabisan kursi yang diinginkan. Meski gagal menempati bangku paling depan, ia tetap merasa puas karena berhasil duduk di barisan kedua.
Baca Juga: Isu LGBT Mencuat, Forkopimcam Malingping Lebak Bentuk Tim PEKAT
“Tadi berangkat jam lima dianter mamah. Dapat kursi nomor dua. Biar fokus belajarnya, biar pintar,” ujarnya.
Bagi warga sekitar, tradisi tersebut bukanlah hal baru. Marhamah (43), salah seorang orang tua murid, mengatakan gaur bangku sudah berlangsung sejak dirinya masih mengenyam pendidikan di sekolah yang sama.
“Dari dulu memang sudah begini. Waktu saya sekolah di sini juga rebutan bangku. Kalau hari pertama masuk sekolah atau naik kelas, orang tua dan anak biasanya datang sejak subuh supaya dapat kursi yang di depan,” katanya.
Menurutnya, hampir seluruh orang tua memiliki harapan yang sama, yakni agar anak dapat belajar lebih nyaman dan berkonsentrasi penuh selama mengikuti pelajaran.
“Kalau duduk di depan kan lebih jelas melihat guru. Harapannya anak lebih semangat belajar dan prestasinya juga lebih baik,” ungkapnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak, Doddy Irawan, mengatakan tradisi tersebut merupakan bagian dari kebiasaan masyarakat yang tidak menjadi persoalan selama pelaksanaannya berlangsung tertib dan tidak membahayakan peserta didik.
Baca Juga: Hari Pertama Sekolah, MPLS di Cipondoh Dijamin Bebas Perpeloncoan
Ia meminta seluruh sekolah tetap melakukan pengawasan pada hari pertama masuk sekolah agar tidak terjadi saling dorong maupun keributan saat siswa memilih tempat duduk.
“Silakan saja selama berjalan tertib. Guru harus mengatur dan mengawasi agar semua siswa merasa nyaman. Yang paling penting adalah menciptakan suasana belajar yang aman dan menyenangkan sejak hari pertama,” kata Doddy.
Ia berharap antusiasme yang ditunjukkan para siswa dan orang tua saat mengawali tahun ajaran baru menjadi modal positif untuk menumbuhkan semangat belajar sepanjang tahun, bukan semata-mata soal posisi bangku di dalam kelas.(mulyana)




























